Minggu, 27 Mei 2012

Penutup Para Nabi dan Keimanan pada Al-Qur'an

Keyakinan seorang muslim bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah penutup para Nabi adalah keyakinan yang mutlak. Keyakinan ini akan berimplikasi kepada keimanan kita pada Al-Qur'an. Karena, Al-Qur'an telah menjelaskan dengan gamblang bahwa tidak ada risalah lagi setelah Al-Qur'an. 

Bila kita tidak meyakini Nabi Muhammad Saw. sebagai Nabi terakhir, maka berarti kita tidak lagi beriman kepada apa yang diturunkan kepada beliau, yakni Al-Qur'an. Al-Qur'an sendiri telah menyebutkan bahwa eksistensinya senantiasa dijaga oleh Allah hingga hari kiamat. Bahwa inilah risalah terakhir yang akan menjadi saksi bagi manusia, sehingga manusia tidak lagi membuat-buat alasan mengapa dia tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam sejarah, Al-Qur'an benar-benar telah teruji kebenarannya. Yaitu, kehadirannya senantiasa mampu menjiwai zaman. Ia tidak berhenti pada satu zaman tertentu. Ia senantiasa up to date sehingga mampu menginspirasi banyak orang untuk mengamalkannya. Tidak mengakui Al-Qur'an sebagai risalah terakhir berarti telah menyalahi sunnatullah ini. Karena, sejak diturunkannya, Allah telah mempatenkan kebenaran hal ini, sehingga tidak bisa lagi ada manusia yang mengaku-ngaku sebagai Nabi atau pembawa risalah setelah Al-Qur'an. Dan terbukti, umat Islam senantiasa dapat bangkit dengan keberadaan Al-Qur'an di sisinya dan mengalami kemunduran bila meninggalkan Al-Qur'an.

Oleh karena itu, apabila ada kelompok mengatakan bahwa ada Nabi setelah Nabi Muhammad, maka dia bukan lagi seorang muslim. Hal ini adalah harga mati yang tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahkan para sahabat Nabi dengan dikomandoi Abu Bakar As-Shiddiq menghancurkan Musailamah Al-Kadzdzab yang mengaku sebagai Nabi. Dalam rentang sejarah, kaum muslimin dengan tegas menghentikan setiap kelompok yang mensyiarkan bahwa ada Nabi setelah Nabi Muhammad. 

Jumat, 25 Mei 2012

Doa untuk Muhammad Mursyi



Ribuan warga Gaza melaksanakan shalat hajat di seluruh masjid di wilayah itu untuk berdoa agar Mesir memiliki pemimpin yang amanah dan memperdulikan nasib Palestina dan umat Islam, demikian lansir Islam Today (23/5/2012).

Shalat hajat itu sendiri dilaksanakan di hari Selasa malam kemarin. Sebelumnya masjid-masjid di Gaza melalui pengeras suara mengumumkan agar warganya ikut serta dalam shalat hajat dan berdoa untuk kemenangan capres Mesir yang benar-benar menjaga umat Islam dan memerdekakan Al Quds dari cengkraman Zionis.

Sebagaimana diketahui, bahwa kondisi perpolitikan di Mesir memiliki imbas yang kuat terhadap keadaan perpolitikan di Palestina karena Mesir sendiri selama ini memiliki peran besar dalam masalah Palestina. Jika Mesir memiliki pemimpin yang baik, maka kabaikan itu juga akan dirasakan oleh Palestina. (http://hidayatullah.com/read/22798/23/05/2012/gaza-gelar-shalat-hajat-respon-pilpres-mesir.html



Sesungguhnya umat Islam diseluruh dunia dan Palestina khususnya berharap DR. Muhammad Mursyi terpilih sebagai Presiden Mesir. Lihat saja di Palestina, masyarakat berbondong-bondong untuk shalat hajat berjamaah. Mereka berdoa kepada Allah agar pemimpin Mesir yang akan terpilih adalah pemimpin yang membela nasib mereka dan memperjuangkan kemerdekaan mereka. Hati rakyat Palestina begitu dekat dengan Mesir karena kesatuan akidah dan kedekatan geografis. Mesir adalah negara yang sangat sentral bagi rakyat Palestina. 

Ketika Husni Mubarak masih berkuasa, seluruh perbatasan Mesir-Gaza di batasi oleh tembok baja yang menembus permukaan tanah hingga bermeter-meter. Sehingga membuat rakyat Palestina kesulitan membuat terowongan menuju Mesir. Rakyat Palestina terpaksa harus membuat terowongan lebih dalam lagi agar mereka bisa masuk ke wilayah Mesir. Mereka ke Mesir bukan untuk senang-senang tapi karena suatu kebutuhan hidup yang mendesak seperti mencari nafkah, berobat, hingga menyelundupkan senjata untuk mempertahankan diri menghadapi serangan Israel. 

Israel adalah negara yang paling takut terhadap kemenangan Dr. Muhammad Mursyi. Mereka pasti akan menghalalkan segala cara agar Dr. Mursyi tidak terpilih. Kemenangan Mursyi adalah neraka bagi mereka. Mereka selalu dihantui perang yang pernah terjadi antara Mujahidin Ikhwan dengan tentara Israel. Dan, peperangan itu dimenangkan oleh Mujahidin Ikhwan berkat pertolongan Allah. Mereka juga teringat dengan sejarah, betapa Shalahuddin Al-Ayyubi mampu membebaskan Al-Quds meskipun pasukan Salib bersatu menghadapinya. Bagi Israel, menghadapi HAMAS saja sudah sangat menakutkan apalagi menghadapi Mesir, sebuah negara yang merdeka. 

Saya berdoa kepada Allah semoga Allah memberikan pertolongan kepada para Mujahid-Nya yang kini sedang berjuang membebaskan Al-Aqsha. Saya juga berdoa semoga Allah memberkahi kemenangan Dr. Muhammad Mursyi hingga beliau terpilih menjadi Presiden Mesir yang baru. Lihatlah wahai kawan, betapa mudahnya Allah membalikkan keadaan. Dulu Husni Mubarak adalah orang yang paling perkasa di Mesir, orang yang paling ditakuti, tetapi kini dia hanya bisa menjadi pesakitan, di penjara dan dihina habis-habisan. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Seluruh makhluk ada dalam genggaman-Nya. Dia Maha Melihat, Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Begitu cepatnya perubahan itu terjadi. Begitupun dengan kekalahan Israel, itu adalah suatu keniscayaan! Kemenangan Ikhwan pada Pilpres kali ini akan menjadi kemenangan yang paling bersejarah, kalau tidak dikatakan kemenangan tertinggi mereka, dalam sejarah Jamaah mereka. Kemenangan ini akan membuktikan kebenaran janji Allah bagi orang yang sabar dan yakin bahwa Allah akan memberi kekuasaan kepada mereka.

"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah: 24)  

Kamis, 24 Mei 2012

Hasibullah Sastrawi Menghina Gerakan Islam Mesir

“Sedangkan kelompok islamis tak lain adalah “para pembajak” revolusi yang tidak keluar “keringat” sedikit pun dalam aksi menumbangkan Mubarak kecuali pada masa-masa terakhir, tepatnya setelah Hosni Mubarak berhasil dilengserkan.” (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/497156/)

Pada awalnya tulisannya biasa-biasa saja, namun pada paragraf terakhir Hasibullah Sastrawi menyingkap belangnya; menghina gerakan Islam Mesir! Dia menganggap bahwa gerakan Islam telah membajak reformasi Mesir. Kesimpulan konyol, tuduhan dan fitnah yang keji. 

Pertama, tulisan itu ditulis oleh orang yang berpikiran liberal. Yang kata-katanya tidak objektif, penuh iri dan dengki, dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Mereka adalah kelompok yang sangat terpukul dengan kemenangan kelompok Islam dan kekalahan kalangan liberal di Mesir. Hati mereka sedih, terlihat dari kata-kata mereka yang penuh kebencian dan fitnah. Karena, mereka menganggap pemahaman mereka yang betul, sedangkan pemahaman gerakan Islam salah. Walaupun sudah jelas bahwa demokrasi yang menghendaki gerakan Islam sebagai pemenang, mereka menganggap kemenangan itu penuh kepalsuan; gerakan Islam hanya sebagai PEMBAJAK yang tidak keluar keringat sedikit pun!

Kedua, benarkah gerakan Islam adalah pembajak gerakan reformasi Mesir? Aneh sekali bila ada orang yang menuduh seperti itu. Bagaimana bisa disebut pembajak, bukankah aktivis Islam memang sangat dekat dengan rakyat? Tidakkah mereka baca sejarah? Atau mata hati mereka telah dibutakan oleh kebenaran? Bagaimana mungkin kelompok Ikhwanul Muslimin tiba-tiba saja mampu memenangkan pemilu Mesir? Di manakah darah para syuhada, tangisan anak cucu mereka karena ayah dan kakek mereka disiksa, dibunuh, dan diusir? Darah itu telah menjadi saksi atas kesombongan diktator dan kebencian mereka terhadap kediktatoran itu telah tertanam sangat lama. Jika tiba masanya, kemarahan mereka terhadap rezim itu tinggal tunggu waktunya.Apakah Hasibullah Sastrawi tidak membaca hal ini?

Gerakan Islam Ikhwanul Muslimin mulai sejak berdirinya penuh dengan perjuangan. Para tokoh-tokohnya ditembak mati seperti Hasan Al-Banna, digantung seperti Abdul Qadir Audah dan Sayyid Quthb, diusir dari negerinya sendiri seperti Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dan Syaikh Muhammad Al-Ghazali. Dan keluar masuk penjara sudah menjadi makanan sehari-hari, mulai dari Syaikh Sayyid Sabiq hingga Asy-Syatiri.

Pemerhati Timur Tengah seperti John Esposito lebih kredibel dibandingkan seorang Hasibullah Sastrawi. Yang menurut saya berbicara dengan hawa nafsunya bukan dari fakta yang ada.John Esposito yang mengatakan bahwa kemenangan Ikhwanul Muslimin bukanlah suatu yang mengejutkan. Karena apa? Karena Ikhwanul Muslimin sangat berperan dalam kehidupan sosial dan politik di Mesir dan masyarakat di sana sangat merasakannya. Mereka adalah cikal bakal lahirnya gerakan reformasi. Baik kawan maupun lawan sudah menyadari bahwa bila pemilu dilaksanakan dengan jurdil, pasti akan dimenangkan oleh Ikhwan. 

Begitupun dengan Guru besar sejarah di Universitas Colombia, AS, Profesor Richard Bulliet menulis artikel di harian Guardian, Inggris yang dikutip aljazeera.net, juga memprediksi IM bakal mewarnai pemerintahan Mesir pasca perubahan. Karenanya, ia menyerukan Presiden AS, Barack Obama agar menerima IM selaku bagian dari pemerintahan Mesir pasca Mubarak. Dia mengatakan, “IM selama ini menjadi oposisi utama menghadapi rezim diktator. Anggota-anggotanya juga menyebar di tengah masyarakat Mesir mulai dari tingkat paling atas hingga paling bawah. Mengenyampaingkan perannya akan membuat situasi menjadi tetap tidak jelas dan memancing konflik di masa datang,” paparnya sambil mengingatkan bahwa pelaksanaan pemilu jurdil akan melegitimasi keberadaan IM dan bahkan berpeluang meraih suara terbanyak di parlemen.

Yang terakhir, cukuplah bocoran wikileaks ini sebagai bantahan yang telak bagi Hasibullah Sastrawi sebagaimana dimuat di http://ahmeddzakirin.blogspot.com/2010/12/berikut-ini-bocoran-wikileakas-atas.html :

  1. Duta besar AS, Margareth Scobey meminta maaf kepada rejim Mesir atas skandal dokumen Wikileaks.
  2. Wikileaks mengungkapkan kawat yang menyebutkan melemahnya peran Mesir sebagai mediator.
  3. Amir Qatar kepada John Kerry: Tujuan Mesir untuk tetap dalam permainan ini dan mempertahankan perannya dalam perdamaian yang dimediasi AS selama mungkin.
  4. Assad menyebut sayap Ikhwan Hamas sebagai tamu tak diundang yang harus dilibatkann jika ingin ada perdamaian di Timur Tengah.
  5. Mubarak “membenci Hamas dan menganggapnya sama dengan Ikhwanul Muslimin Mesir yang dia pandanga sebagai ancaman politik yang paling berbahaya bagi dirinya.
  6. Mesir akan bekerjasama dengan Israel melalui tukar menukar intelejen. Mencegah militant Hamas dan organisasi militant lainnya menyeberangan perbatasan Gaza serta menghabisi aktivitas militant di Mesir.
  7. Duta Besar AS, Scobey berkata:”Kami sangat menyesal pengungkapan informasi yang seharusnya rahasia. Kita sangat mengecamnya.”
  8. Amir Qatar menyatakan kepada Senator Kerry bahwa seluruh dunia tahu rejim Mesir bermasalah dengan Ikhwanul Muslimin.
  9. Rejim Mesir membantu Israel mengisolasi Hamas.
  10. Presiden Suriah menyebut Hamas sebagai tamu yang tidak diharapkan.
  11. AS mengingatkan rejim Mesir tentang bahaya penangkapan yang terus menerus atas Ikhwan dan kemungkinan konsekuensi yang akan dihadapinya.
  12. Syeikh Mohammed Bin Zayid memperingatkan bahaya pemilu bebas di negeri-negeri dimana Ikhwan kuat.
  13. 29 Maret, Senator Walsh menanyakan seberapa serius ancaman Ikhwanul Muslimin dan bagaimana AS menghadapi Negara-negara yang mendukung Hamas.
  14. Presiden Qatar Amir Hamad bin Jassim mempertanyakan cara Mubarak dalam menghentikan laju kekuatan Ikhwanul Muslimin dimana pemerintah Mesir telah menjebloskan ke penjara puluhan ribu aktivis Ikhwan tanpa proses hukum.
  15. Kawat diplomatic dikirim ke Menlu di Februari 2010 yang mengungkapkan bahwa rejim Mesir skeptic dengan peran AS dalam mempromosikan demokrasi karena langkah tersebut hanya akan memperkuat Ikhwanul Muslimin.
  16. Mubarak menyatakan bahwa Ikhwan adalah ancaman internal terbesarnya.
  17. Putra mahkota Abu Dhabi menyatakan bahwa jika ada pemilu bebas, Ikhwan akan menang di negeri itu.
  18. Jika ada demokrasi di Mesir maka Ikhwan akan mendapatkan kekuasaan sehingga mengancam hubungan Mesir dengan Israel.
  19. PM Tunisia Ben Ali memprediksikan cepat atau lambat Ikhwan akan mengambil alih kekuasaan.
  20. Kepala intelejen Mesir berjanji melakukan tekanan atas Hamas di Palestina.
  21. Duta besar AS memberitahukan bahwa Husni Mubarak akan memenangkan pemilu curang tahun depan, dan berkuasa selama 30 tahun.
  22. AS menyebut Husni Mubarak sebagai pemimpin seumur hidup.
  23. Mubarak membenci Ikhwan karena menantang kekuasaannya dan mempertanyakan pandangannya atas kepentingan Mesir. 


Selasa, 22 Mei 2012

Materialistik: Penyebab Ketidakbahagiaan Hidup Manusia


Beberapa tahun terakhir buku tentang kebahagiaan banyak bermunculan. Mulai dari yang berbasis agama hingga yang sekuler. Di antaranya ada yang diterbitkan ulang dari karya-karya klasik dan ada juga yang ditulis oleh penulis-penulis kontemporer. Beberapa di antaranya yang saya ingat: La Tahzan karya Dr. Aidh Al-Qarni, Jadid Hayatak karya Syaikh Muhammad Al-Ghazali, 25 Penyebab Kesulitan Hidup yang ditulis oleh Yaasir Syalabi, Agar Selalu Di tolong Allah yang ditulis oleh Hendra Setiawan, Pelipur Lara Bagi Orang Yang Tertimpa Musibah karya Imam Muhammad bin Al Munbaji, Meraih Kebahagiaan yang ditulis oleh Dr. Jalaluddin Rahmat, Kimia Kebahagiaan karya Imam Al-Ghazali, dan sebagainya.

Apakah yang menjadi penyebab tema tentang kebahagiaan begitu menarik bagi kebanyakan orang pada saat ini? Menurut pengamatan saya, masyarakat saat ini gersang oleh siraman air keimanan sehingga membuat mereka cenderung materialistik. Ada yang hilang dalam diri mereka padahal yang hilang itu adalah fundamen hidup mereka. Ada yang kosong tetapi kemudian tidak mereka isi dengan apa yang seharusnya mereka isi. Mereka mengisinya dengan sesuatu yang tidak seharusnya mereka isi. Jadinya, bukan semakin dekat dengan kebahagiaan, mereka semakin jauh (dari kebahagiaan itu).

Apakah yang dimaksud dengan materialistik? Richins dan Dawson mengukur materialisme dengan menggunakan deinisi operasional berikut: “Kami menganggap materialisme sebagai serangkaian kepercayaan pokok tentang pentingnya pemilikan dalam kehidupan seseorang dan mengukur tiga bidang kepercayaan: perolehan kekayaan sebagai kegiatan paling utama (acquisition centrality), peranan perolehan ini dalam kebahagiaan, dan peranan pemilikan dalam mendefinisikan sukses.” 

Jika manusia menjadikan kekayaan dan kesuksesan sebagai hal yang paling penting untuk diraih dalam hidupnya, maka orang itu sesungguhnya telah terjangkiti virus materialis. Tanyalah para mahasiswa mengapa mereka memasuki perguruan tinggi. Jika mereka berkata “ingin mendapat pekerjaan yang menghasilkan banyak uang”, mereka materialis. Jika mereka berkata “ingin mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan bakat” atau apalagi “ingin mengembangkan falsafah hidup yang berarti”, mereka bukan materialis.

Pertanyaan yang sama pernah diajukan kepada para mahasiswa oleh UCLA/ American Council on Education dalam rentangan waktu 1971-1998. Pada 1971, 1 dari 2 mahasiswa yang menjawab “ingin memperoleh uang lebih banyak” pada 1988, 3 dari 4 mahasiswa. Ketika ditanya apakah berkecukupan secara finansial sangat penting bagi kehidupan mereka, jumlah mahasiswa yang menjawab “sangat penting” bertambah dari 39 % pada 1970 ke 74 % pada 1998. Ini berarti telah terjadi kenaikan pandangan hidup materialistik di kalangan mahasiswa di Amerika.

Ahli ekonomi Thomas Naylor dari Duke University, setelah mengajar corporate strategy selama enam tahun memperoleh kesimpulan begini tentang para mahasiswanya, “hanya dengan sedikit kekecualian, apa yang mereka inginkan masuk dalam tiga kategori: uang, kekuasaan, dan barang-barang sangat besar, termasuk rumah untuk berlibur, mobil luar negeri yang mahal, yacht, dan bahgkan pesawat terbang…Permintaan mereka pada para dosen: Teach me how to be a moneymaking machine.

Para peneliti menghubungkan antara tingkat materialisme dengan kebahagiaan dan karakteristik lainnya. Penemuan yang dilaporkan para peneliti sangat menarik:

Pertama, makin materialis seseorang, makin tidak puas dia dengan standar hidupnya, makin kurang kesenangannya, makin tidak puas dengan sahabat-sahabatnya, makin tidak hangat dalam hubungan keluarganya. Kedua, orang yang meletakkan uang dalam urutan tertinggi tujuan hidupnya lebih mudah menderita depresi dan lebih banyak menderita kecemasan. Ketiga, Orang yang suka membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak perlu biasanya sangat sulit untuk mengeluarkan uangnya untuk menjamu tamu, menolong, atau melakukan kegiatan sosial.

Keempat, orang-orang materialis umumnya punya sedikit kawan. Mereka mencari kebahagiaan dalam pemilikan kekayaan, bukan pada perahabatan atau persaudaraan. Ketika mereka punya uang banyak tetapi sahabat yang sedikit, mereka hanya melakukan kegiatan yang mendatangkan sukses material, walaupun harus mengorbankan sahabat atau keluarga. Bahkan ketika memilih ahabat sekali pun, mereka menggunakan ukuran-ukuran materi. Kamu hanya boleh datang ke rumahku dan mendapat semua penghargaan dan penghormatanku, jika dan hanya jika kamu punya kekayaan yang dapat dibanggakan.

Kelima, kekayaan datang dari luar diri kita. Orang materialis bersandar pada kekayaan untuk kebahagiaan mereka. Karena itu, kebahagiaan mereka sangat bergantung pada situasi di luar kendali mereka. Mereka menjadi sangat rentan. Setiap saat, hartanya bisa hilang. Dengan begitu, pemilikan kekayaan tidak dapat menjamin kebahagiaan. Dalam hubungannya dengan kebahagiaan, kekayaan adalah ganjaran yang datangnya dari luar (extrinsic rewards).

Fakta-fakta ini dapat menjadi bahan renungan bagi kita tentang penyebab ketidakbahagiaan dalam hidup kita. Kita dapat bertanya dalam hati apakah ketidakbahagiaan kita selama ini disebabkan oleh cara pandang yang salah tentang kehidupan ini. Apakah kita lebih cenderung pada materi ketimbang nilai-nilai positif? Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari hasil penelitian di atas. Kita harus potong kompas agar tidak terjerumus pada lubang yang sama seperti yang di derita orang-orang Barat. 

Merasakan Manisnya Perjuangan dengan Tiga Amalan


Jika kita ingin merasakan manisnya sebuah perjuangan, maka lakukanlah ketiga hal di bawah ini:

Pertama, ikhlas dalam beramal. Ikhlas adalah amalan hati, yang hanya Allah yang mengetahuinya. Apabila amal yang kita lakukan ikhlas semata-mata karena Allah, maka sepenuhnya ibadah kita diterima Allah Swt. Nabi Saw. pernah bersabda: “Murnikanlah agamamu, niscaya cukup bagimu amal yang sedikit.”

Sahl bin Abdullah pernah ditanya, “Apakah sesuatu yang paling berat bagi jiwa?” Dia menjawab, “Ikhlas. Sebab ikhlas itu jiwa tidak mendapat bagian apa-apa.”

Seorang ulama bernama Ma’ruf Al Khurkhy pernah memukuli badannya sambil berkata, “Ikhlaslah dan berusahalah untuk ikhlas.” Sampai-sampai Ibnu Qudamah mengatakan, “Siapa yang bisa menjadikan sesaat saja dari umurnya tulus ikhlas karena mengharapkan wajah Allah, maka dia telah selamat.”

Yang demikian ini karena mulianya ikhlas. Sementara cukup sulit membersihkan hati dari berbagai noda.

Kedua, berpuasa. Puasa tentu bukan sekedar tidak makan dan minum dari subuh sampai maghrib, walaupun hal itu merupakan kewajiban yang harus kita lakukan, tetapi lebih dari itu. Berpuasa juga melatih kesabaran dari berbuat maksiat dan melakukan hal-hal yang sia-sia. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya).”

Menurut Imam Ibnu Qudamah, kelebihan puasa bisa dilihat dalam dua makna berikut:
  1. Karena puasa termasuk amal yang tersembunyi dan amal batin yang tidak bisa dilihat orang lain, sehingga tidak mudah disusupi riya. 
  1. Sebagai cara untuk menundukkan musuh Allah. Karena sarana yang dipergunakan musuh Allah adalah syahwat. Syahwat bisa menjadi kuat karena makanan dan minuman. Selagi lahan syahwat tetap subur, maka syetan bisa bebas berkeliaran di tempat gembalaan yang subur itu. Tapi jika syahwat ditinggalkan, maka jalan ke sana juga menjadi sempit. Jadi, dengan berpuasa seolah-olah kita tengah berhadapan langsung dan bertarung sengit melawan syetan.
Dengan berpuasa, kita dapat merasakan penderitaan orang-orang yang kelaparan, orang-orang yang kehausan, dan perjuangan Nabi SAW yang terpaksa mengganjal perutnya dengan batu dan makan daun-daunan karena boikot yang dijalankan kafir Quraisy terhadap dirinya dan keluarganya.

Ketiga, shalat tahajud. Shalat tahajud disebut-sebut sebagai shalat sunat yang paling utama dibanding shalat sunat yang lain. Hal ini terjadi, karena waktunya cukup istimewa, yaitu di sepertiga malam, yang mana kebanyakan orang pada waktu itu sedang nyenyak-nyenyaknya berisitirahat. Imam Hasan Al Bashri mengatakan tentang hal ini: “Saya tidak mendapatkan sedikitpun dari ibadah yang lebih berat daripada shalat ditengah malam.”

Demikian sahabatku. Tiga amalan itulah yang menjadikan kita merasakan manisnya perjuangan. Ikhlas mewakili ibadah hati, puasa mewakili sebuah bentuk perlawanan terhadap setan dan bagaimana dalam waktu setengah hari, hawa nafsu yang berada pada perut, kemaluan dan indera pada diri kita ditekan sedemikian rupa sehingga seolah-olah tidak bersuara. Ini jelas-jelas sangat bertolak belakang dengan keinginan dari hawa nafsu itu sendiri. Sedangkan shalat tahajud mewakili ibadah yang ditempatkan pada waktu di mana kebanyakan orang malas mengerjakannya.

Senin, 21 Mei 2012

Menemukan Kembali Kebahagiaan Yang Hilang


Baru saja saya menyaksikan sebuah tayangan televisi yang cukup menggugah hati saya. Diceritakan seorang wanita yang bertubuh gemuk hingga mencapai berat badan 600 kg. Dengan tubuh seberat itu namanya dimasukkan ke dalam Guiness Book of Record.

Para dokter menyarankan, seharusnya dengan tinggi tubuh wanita itu berat tubuh idealnya 70 kg. Namun wanita itu sama sekali tidak menghiraukannya. Dia tetap saja makan dengan lahapnya.

Tampaknya ada yang aneh dengan wanita itu. Sekalipun berat badannya terus meningkat dan ia menderita sejumlah penyakit, namun hal itu semua tak dihiraukannya. Setiap hari dengan setia 11.000 kalori makanan ia santap. Sungguh jumlah yang luar biasa dan sulit di cerna oleh akal sehat.

Ternyata dugaan saya benar, wanita itu tengah mengalami gangguan pada kejiwaannya. Apakah yang sebenarnya terjadi pada wanita itu? Ternyata, di waktu kecil ia pernah mengalami banyak penyiksaan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Dan untuk mengalihkan kesedihan dan trauma itu, ia melarikannya pada banyak makanan. Katanya, dengan banyak menyantap berbagai jenis makanan dirinya merasa lebih bahagia dan dapat melupakan segala trauma masa lalunya itu.

Begitulah yang ada dalam benaknya. Namun benarkah apa yang dilakukannya itu merupakan solusi baginya? Dia terus-menerus makan. Hingga di dalam dirinya terdapat sejumlah penyakit karena kelebihan berat badan. Menurut saya, dia telah terjebak pada persepsi setan. Hal ini seperti orang yang menghadapi problematika hidup, kemudian dia larikan diri pada perbuatan maksiat seperti minum-minuman keras. Bukan solusi yang dia dapat malah masalah itu bertambah banyak dan bertambah berat. Dia hanya menipu dirinya sendiri. Pada hakikatnya dia sedang putus asa walaupun dia mengatakan sebaliknya dihadapan orang. Semua yang ia lakukan tak lebih dari melarikan diri dari masalah yang sesungguhnya. Hatinya menangis walaupun lisannya berkata sebaliknya. Solusi tidak mungkin di dapat kecuali dengan jalan yang baik, bukan dengan jalan yang buruk.

Pada akhirnya dia dibawa ke rumah sakit karena penyakitnya bertambah parah. Beruntung dia memiliki seorang suami yang penyayang dan penyabar, yang selalu menemaninya di saat genting itu. Banyak juga temannya yang memberi perhatian dan motivasi untuk dirinya agar mampu bertahan dan berjuang untuk mendapat kehidupan yang lebih baik.

Berkat perhatian, kasih sayang serta dukungan suami dan teman-temannya itulah yang memberi dia kekuatan untuk bangkit lagi. Semangatnya tumbuh untuk memperbaiki diri. Dia mulai meyakini bahwa apa yang dilakukan selamanya ini hanyalah sebuah bentuk pelarian yang sama sekali tidak berguna. Kemudian operasi dilakukan untuk mengangkat lemak pada kulitnya. Dia juga melakukan diet dan olahraga secara kontinyu. Kini dia seolah menjadi manusia baru, melupakan masa lalunya dan dengan bahagia menatap masa depan yang jauh lebih cerah.

Setelah semua itu ia lakukan, tubuhnya berkurang hingga menjadi 100 kg. Suatu pekerjaan yang sangat spektakuler. Dari berat tubuh 600 kg menjadi 100 kg merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan kecuali bagi mereka yang menginginkan perubahan mendasar dalam hidupnya. Sehingga pihak Guiness Book of Record juga berhak memberinya penghargaan sebagai wanita yang menurunkan berat badannya dengan cepat.

Saat ini, dia menjadi seorang konsultan bagi mereka yang menderita kelebihan berat badan (obesitas). Dia selalu memberikan semangat kepada orang-orang yang putus asa untuk dapat bangkit lagi seperti sediakala. Hingga banyak orang yang mencintai dan menghormatinya.

Sahabatku, hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah itu? Saya ingin menuliskan kepadamu hikmah apa saja yang telah saya dapatkan dari kisah mencerahkan itu. Pertama, kesedihan yang berkepanjangan ternyata dapat merusak kesehatan kita, tidak hanya fisik tetapi jauh dari itu mentalitas kita juga akan terganggu.

Kedua, masa lalu yang suram, yang selalu diingat-ingat dalam benak kita hanya menimbulkan kerusakan yang jauh lebih parah daripada kita tidak mengingatnya sama sekali.

Ketiga, perbuatan buruk tidak mungkin dapat disembuhkan dengan perbuatan buruk lagi. Perbuatan buruk hanya menimbulkan perbuatan buruk yang lainnya. Perbuatan buruk itu ibarat penyakit menular! Kebahagiaan hakiki adalah manakala kita menebarkan jala kebaikan ketika hati tersakiti. Kebahagiaan hakiki adalah saat kita menorehkan kebaikan dalam lembar perjalanan hidup kita. Kebahagiaan hakiki adalah ketika orang merasa bahagia dengan kebaikan yang telah kita lakukan kepadanya.

Keempat, keburukan yang selama ini kita lakukan hanya memberikan kepalsuan, bukan diri kita sebenarnya. Kita seolah-olah terhijab untuk mengenal siapa diri kita sebenarnya. Dan pada akhirnya kita tidak mengenal Tuhan kita. Yang ada justru kita semakin jauh dari-Nya.

Kelima, sekalipun manusia diberi instink untuk “menghindar” atau “melawan” ketika menghadapi sebuah persoalan, tetapi jika kita sanggup untuk melawan lalu mengapa kita menghindar?

Keenam, beruntunglah bagi mereka yang memiliki sahabat, di mana sahabat-sahabatnya itu senantiasa memberikan motivasi dan semangat untuk menjalani hidup ini lebih baik. Berhati-hatilah dalam memilih teman!

Sahabatku, demikianlah lima hikmah yang telah kuperoleh hari ini. Semoga kita menjadi hamba yang diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin Ya Allah ya Rabbal Alamiin.

Minggu, 20 Mei 2012

Ketika Doa Mengubah Takdir

Sahabat-sahabat semua, yakinlah pertolongan Allah pasti akan datang. Meyakininya sendiri akan memberikan kita pahala dan tidak meyakininya justru hanya akan merugikan kita. Jika meyakininya berpahala, mengapa engkau tidak meyakininya? Tidak akan rugi dengan keyakinan yang baik.

Dengan doa-lah segalanya bisa saja berubah. Doa, sebagaimana sabda Nabi, dapat mengubah takdir. Mungkin saja takdir sebelumnya engkau tidak lulus ujian, namun karena Allah mengambulkan doamu, Allah mengubah takdirmu menjadi lulus ujian. Mengapa bisa terjadi demikian? Sesuatu yang ditakdirkan terjadi adalah karena sebab. Sebab itu adalah doa. Jadi, takdir terjadi tidak semata-mata berdiri sendiri tanpa sebab. Selagi seorang hamba melakukan sebab, maka sesuatu tersebut pasti terjadi. Jika seseorang tidak melakukan sebab, maka sesuatu itu tidak akan terjadi.

Sebagaimana takdir terjadinya rasa kenyang dan hilangnya dahaga karena sebab makan dan minum, atau takdir adanya anak karena sebab persetubuhan, atau takdir tumbuhnya tanaman karena sebab biji yang ditanam, atau takdir matinya hewan karena disembelih.

Demikian juga takdir masuk surga adalah karena amal saleh atau masuk neraka karena maksiat. Jadi, doa merupakan sebab yang paling kuat terhadap terjadinya sesuatu. Karena itu, tidak sah bila dikatakan, “Tidak ada gunanya berdoa.” Sebagaimana tidak sah juga dikatakan, “Tidak ada gunanya makan dan minum serta semua aktivitas gerak manusia.”

Sekali lagi, tidak ada sebab yang kekuatannya melebihi kekuatan doa. Karena itu para sahabat – yang merupakan orang yang paling tahu tentang Allah dan Rasul-Nya dan paling paham dalam urusan agama – mereka adalah orang yang paling konsisten dalam melakukan sebab ini dengan memperhatikan syarat dan tata cara dalam berdoa dibanding dengan lainnya.

Umar bin Khaththab meminta kemenangan kepada Allah atas musuhnya dengan berdoa, padahal Umar adalah tentara-Nya yang paling gagah. Umar pernah berkata kepada pasukannya, “Kalian tidak menang karena jumlah kalian yang banyak, akan tetapi kemenangan kalian datang dari langit.” Dalam kesempatan lain ia mengatakan, “Saya tidak membawa semangat dikabulkannya doa, akan tetapi saya membawa semangat untuk berdoa. Jika saya dikaruniai kesempatan untuk berdoa, maka sesungguhnya aku dikaruniai terkabulnya doa.”

Allah-lah Yang Maha berkehendak atas segala sesuatu. Dengan berdoa takdir bisa saja berubah. Hal ini merupakan sunnatullah yang bisa saja terjadi bagi setiap muslim yang berdoa. Oleh karena itu, mari kita perbanyak berdoa dan yakin bila doa itu dikabulkan Allah.