Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2014

Pelajaran dari Ruhiyah Seorang Ustadz

Tadi saya mengirim whatsapp kepada seorang ustadz untuk mengisi ta'lim di pondok hari minggu ini. Sang ustadz menyanggupinya sambil berkata, "Insya Allah, semoga ada usia sampai waktu tersebut. Syukran atas kesempatan yang diberikan."

Beberapa kali bertemu dengan beliau sangat terasa ruhiyah beliau lewat perkataan beliau dan beliau sangat sopan dalam bertutur kata meskipun beliau kini menjabat sebagai kepala sekolah sebuah sma di bandung.

Beliau menjadi guru saya sewaktu saya mengikuti pelatihan khatib jumat. Beliau berkata kepada kami, hendaklah memperbanyak zikir dan tilawah serta menjauhi maksiat sebelum memulai khutbah jumat.

Semoga Allah menjaga beliau

Kamis, 02 Januari 2014

Ujian dan Cobaan Seorang Mualaf

Beberapa hari yang lalu saya mendapat email yang cukup panjang dari seseorang. Di dalam email itu dia bercerita tentang dirinya yang mualaf. Apa yang menjadi masalah adalah hubungan dirinya dengan orangtuanya. Betapa orangtuanya sangat memusuhi dan menghinanya habis-habisan akibat dari keislamannya. Padahal dulu orangtuanya sangat menyayanginya. Dulu Orangtuanya juga beragama Islam namun kemudian murtad. Dia meminta dorongan moril dan bertanya kepada saya berkaitan tentang hubungan dengan kedua orangtuanya. 

Maka saya jawab sebagai berikut: 

Bismillahirrahmanirrahiim. Alhamdulillahirabbil alamiin kita panjatkan kepada Allah yang telah memberikan kita taufik dan hidayah untuk memeluk Islam. Karena hanya umat Islam, yang bertauhid kepada Allah, yang akan memperoleh keselamatan akhirat. Sementara orang kafir sebanyak apapun amal kebaikan mereka akan tetap masuk neraka. Maka, beruntunglah orang yang telah bersyahadat dan celaka dan merugilah orang yang murtad. Semua ini adalah keyakinan yang pasti dan tidak ada lagi keraguan padanya. Sebagaimana firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. Al-Bayyinah 98:6)

Dari Abu Dzar r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ kemudian meninggal, maka pasti masuk surga.”

Oleh karena itu, karena pentingnya syahadah ini, para Nabi dan orang-orang saleh dari zaman dulu hingga sekarang, di akhir hayatnya, selalu mewasiatkan anak-anaknya untuk berpegang teguh pada Islam hingga akhir hayat.

Ukhti yang dirahmati Allah, begitu besar ujian yang engkau terima. Yakinilah akan satu hal: Ujian seperti itu, selama engkau bersabar, tidak akan diberikan kecuali kepada orang yang Allah cintai. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., "Sesungguhnya balasan yang besar ada dalam ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia menguji mereka. Barangsiapa yang ridha dengan ujian itu, maka mereka akan mendapatkan keridhaan Allah. Barangsiapa yang murka atau tidak senang dengan ujian itu maka mereka akan mendapatkan murka-Nya." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) 

Saya teringat dengan kisah-kisah yang hampir sama dengan kisah yang ukhti alami. Seperti kisah seorang sahabat Nabi bernama Mushab bin Umar. Dia mempunyai ibu yang sangat menyayanginya. Sang ibu memberinya banyak kemewahan. Kemudian Islam datang memutuskannya karena Mushab memutuskan memeluk Islam. Sang ibu marah bukan kepalang dan mengusirnya dari rumah berikut kemewahan yang ia sandang. 

Sang ibu yang dulu menyayanginya kini membencinya. Sang anak jatuh miskin. Dulu berpakaian mewah, kini berpakaian layaknya orang miskin. Meskipun demikian, Mushab tetap berpegang teguh pada Islam dan tak ada sedetikpun dia membenci sang ibu yang telah melahirkannya selama keburukan ibunya itu bukan berkaitan dengan agama. Dia tetap mendoakan sang ibu masuk Islam walaupun pada akhirnya sang ibu tetap pada keyakinannya. 

Apa yang telah ukhti lakukan sudah tepat. Demi menyelamatkan iman ukhti, ukhti menjauhi keluarga ukhti. Yang paling utama dari semua itu adalah bersabar dan mendoakan mereka. Percayalah, derajat ukhti lebih tinggi daripada derajat orangtua ukhti meskipun mereka menghina ukhti dengan hinaan yang merendahkan.

Saat ini ukhti sudah menikah dengan suami yang baik kepada ukhti. Tataplah ke depan mengarungi bahtera kehidupan ini. Jangan menatap kebelakang apalagi mundur. Tersenyumlah dan berbahagialah. Cintailah dan tetaplah bersama dengan orang-orang yang mencintai ukhti. 

Sedangkan mengenai keguguranmu, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perkataan atau hinaan orang lain kepadamu. Semua itu adalah takdir Allah dan kita sedang memasuki takdir-Nya yang lain. Takdir yang baik, insya Allah.

Rabu, 01 Januari 2014

Kristenisasi Di Tanah Jawa

Sewaktu di China, saya bertemu dengan beberapa orang dari Indonesia. Mereka ada yang muslim, dan kebanyakan non muslim. Dalam satu kesempatan, kami makan bersama dalam satu restoran. Antara meja makan muslim dan non muslim terpisah. Sebabnya, kami yang muslim hanya mau memakan makanan yang halal. Sedangkan yang non muslim bebas makan apa saja termasuk makan daging babi dan minum minuman keras.

Pada acara makan bersama itu, seseorang datang bergabung bersama kami. Kami bertanya mengapa tidak bergabung dengan keluarganya. Dengan logat jawanya yang khas dia menjawab jika dirinya adalah seorang muslim tapi istri dan saudaranya beragama Kristen. Mendengar hal itu saya tidak terkejut tapi saya diam. Sementara teman-teman saya yang lain terkejut dan bertanya lebih lanjut, apa agama istri bapak saat menikah dengan bapak. Jawabannya kembali mengejutkan mereka, Islam. Bagaimana dengan anak-anak bapak? Tanya mereka kembali. Penasaran. Jawabannya lagi-lagi mengejutkan, ada yang Islam ada yang Kristen. Jadi dalam satu keluarga ada yang Islam dan ada pula yang Kristen. Teman-teman saya tidak bertanya lebih lanjut mungkin karena takut menyinggung perasaan orang yang bersangkutan.

Saya tidak terkejut mendengar pengakuan orang jawa tersebut karena sudah sering mendengar hal yang serupa, tapi di sisi lain saya sangat sedih. Artinya, bertambahlah di negeri ini orang yang murtad. Saya pernah tinggal di Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Rembang selama lima tahun. Dua tahun lamanya saya beserta keluarga mengontrak rumah milik seorang Nasrani yang dulunya adalah muslim. Kami mengontrak di rumah itu karena rumah itu dekat dengan masjid. Hanya terhalang satu rumah yang notabene adalah rumah si empunya kontrakan. Bayangkan di depan masjid se arah kiblat dan dindingnya berdempetan dengan masjid, tinggal satu keluarga Nasrani. Tidak hanya itu, di belakang rumah saya juga tinggal sekeluarga murtadin lainnya. Orangnya miskin, rumahnya semi permanen. Kabarnya, keluarga itu murtad dengan diiming-imingi imbalan materi. Saat itu saya tidak terlalu peduli karena mungkin masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Tapi semakin beranjak usia, saya merasa sedih dan semakin sedih ketika wawasan dan keilmuan saya tentang Kristenisasi dan Kristologi bertambah.

Mengapa kristenisasi di tanah jawa begitu mudah dilakukan oleh para misionarisnya? Mengapa kristenisasi sulit dilakukan pada orang melayu dan sunda? Setelah saya pelajari ditambah dengan sedikit pengalaman saya dalam berinteraksi dengan murtadin, saya berkesimpulan sebagai berikut:

Pertama, masih mengakarnya tradisi kejawen pada orang-orang jawa. Walaupun identitas di KTP tertulis "Islam" tapi mereka tidak pernah melaksanakan ajaran Islam, misalnya seperti Shalat dan berpuasa di bulan Ramadhan. Bagi mereka yang paling utama adalah berakhlak baik kepada sesama. Akibatnya mereka tidak punya akidah yang kuat. Mau dibawa kemana pun mereka mau. Ketika para misionaris menyerukan agama Kristen kepada mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa seruan itu sesungguhnya sangat berkesesuaian dengan keyakinan mereka. Bila mereka menaruh patung di rumah mereka sebagai pajangan ataupun sesajian, di dalam agama Kristen juga ada patung, yaitu patung Yesus Kristus dan Bunda Maria.

Kedua, salah satu siasat kaum misionaris adalah menjauhkan bahasa dan budaya melayu pada orang-orang jawa. Karena menurut mereka, bahasa dan budaya melayu sangat dekat dengan orang Islam. Dalam buku ”Mengkristenkan Jawa: Dukungan Pemerintah Kolonial Belanda terhadap Penetrasi Misi Kristen” karya Muhammad Isa Anshory disebutkan bahwa J.D. Wolterbeek mengatakan, “Bahasa Melayu yang erat hubungannya dengan Islam merupakan suatu bahaya besar untuk orang Kristen Jawa yang mencintai Tuhannya dan juga bangsanya.”

Senada dengan ini, Imam Yesuit Frans van Lith berpendapat, dua bahasa di sekolah-sekolah dasar (yaitu bahasa Jawa dan Belanda) adalah batasannya. Bahasa ketiga hanya mungkin bila kedua bahasa yang lain dianggap tidak memadai. Melayu tidak pernah bisa menjadi bahasa dasar untuk budaya Jawa di sekolah-sekolah, tetapi hanya berfungsi sebagai parasit. Bahasa Jawa harus menjadi bahasa pertama di Tanah Jawa dan dengan sendirinya ia akan menjadi bahasa pertama di Nusantara. Jadi, sangat berbahaya jika orang-orang jawa juga berbahasa dan berbudaya melayu. Orang Sumatra Barat yang melayu, misalnya, punya slogan leluhur, "Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah." Sangat jauh berbeda dengan orang Jawa yang tidak punya slogan seperti itu.

Ketiga, kultur jawa yang nrimo, sopan, dan lemah lembut dimanfaatkan oleh para misionaris untuk menyebarkan agama Kristen. Beragama apapun yang penting sopan dan lemah lembut. Meskipun di dalam satu keluarga ada yang beragama Islam dan ada yang beragama Kristen. Siapa tahu pada gilirannya nanti yang beragama Islam ikut-ikutan murtad. Berbeda sekali, misalnya, dengan orang Sunda atau Betawi. Bila ada satu anggota keluarga yang murtad maka keluarga yang muslim akan menjauhi keluarga yang murtad itu. Karena bagi orang sunda, bila ada orang sunda bukan muslim maka bukan orang sunda namanya. Orang Betawi pun hampir sama. Meskipun pemabuk atau preman, misalnya, kalau sudah menyangkut masalah agama, mereka akan segera bertindak. Karakter orang betawi bisa kita lihat pada organisasi semacam FPI dan FBR.

Ketiga hal inilah menurut saya yang menyebabkan orang Jawa begitu mudah di Kristenkan. Bukannya orang melayu dan sunda saat ini tidak ada yang murtad, tapi apa yang terjadi di Jawa, pemurtadan itu terlihat dengan jelas dan tidak takut. Sedangkan kristenisasi yang terjadi pada orang melayu dan sunda mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Bila ketahuan belangnya, maka tidak segan-segan umat Islam akan segera bertindak, seperti yang pernah terjadi pada sebuah acara di Kota Bandung beberapa tahun yang lalu. Kristenisasi dibungkus dengan sebuah acara yang diberi nama "Bandung Festival".

Dari segi perpolitikan Indonesia pun dapat terlihat, Partai Islam Masyumi menang di basis-basis melayu, sunda, dan betawi. Sedangkan jawa dikuasai oleh PNI yang sekuler dan PKI yang ateis. Peta perpolitikan seperti itu hingga saat ini belum bergeser. Melihat hal ini saja para misionaris itu dapat dengan mudah melakukan kristenisasi. Mengutip kesimpulan seorang anggota muda Yesuit, Karel Steenbrink mengatakan: "Barangkali tidak ada wilayah misi lain di seantero dunia dimana imam pribumi dikembangkan sedemikian cepat dan berhasil seperti di Jawa Tengah.”

Semoga kita, khususnya muslim di jawa tengah, segera menyadari bahaya kristenisasi dilingkungan kita. Bila salah satu dari pasangan suami istri ada yang murtad maka otomatis pernikahannya menjadi batal menurut syara, serta anak-anaknya yang ikut murtad, tidak berhak mendapatkan harta warisan dari orangtuanya. Bila anak-anaknya murtad, orangtua tidak akan mendapatkan amal jariyah, yaitu amal saleh yang tetap mengalir hingga hari kiamat meskipun orang yang beramal itu wafat. Karena sebaik dan sebanyak apapun doa orang kafir untuk orangtuanya tetap saja tidak akan bermanfaat sama sekali. Oleh karena itu, sangat menyedihkan bila ada muslim yang murtad. Mereka menderita di dunia dan akhirat.

Rabu, 25 Desember 2013

Kiat Berceramah Efektif: Sampaikanlah Apa yang Anda Pahami

Saya teringat pengalaman pertama berceramah di sebuah masjid. Awalnya saya ingin menyampaikan sebuah materi yang belum saya kuasai dengan baik. Saya menulis panjang lebar. Tapi saya merasa tulisan itu membebani saya. Tulisan itu baru sebatas teori yang berhenti pada teori itu sendiri, belum sampai pada interaksi saya lebih lanjut dengan apa yang saya tulis. Sehingga saya pun merasa kesulitan menjelaskannya dengan nalar saya.

Sewaktu akan bersiap berangkat ke masjid, saya simpan kertas tulisan saya itu. Saya tidak jadi membawanya ke masjid. Sudah saya putuskan, saya berceramah tanpa teks. Saya berceramah berdasarkan apa yang saya pahami dan apa yang bisa saya jelaskan dengan nalar saya. Alhamdulillah, ketika saya merubah hal itu, dengan mudah saya berceramah; tanpa teks dan tidak mengalami demam panggung. Saya berceramah mengalir saja sehingga saya lupa dengan kesulitan yang pernah saya alami sebelumnya.

Ini penting, karena kemampuan belajar paling sempurna adalah ketika kita terlibat sepenuhnya dalam sesuatu yang sedang kita kerjakan.

Bagi siapa saja yang baru belajar dan baru pertama kali berceramah, coba saja cara sederhana ini. Mudah-mudahan dapat membantu anda.

Kamis, 19 Desember 2013

Nahnu Duat Qobla Kulli Syai

Guru saya pernah berkata kepada saya, kita adalah seorang da'i sebelum menjadi yang lain.

Dalam posisi dan spesialisasi pekerjaan apapun setiap muslim mempunyai kewajiban amar ma'ruf nahi munkar, saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, dan menjadi teladan yg baik bagi lingkungannya.

Hakikat seorang da'i tidak melulu pandai bicara, walaupun kemahiran bicara itu penting. Tapi yg lebih penting adalah dakwahnya dalam perbuatan (dakwah bil hal). Karena hal itu jauh lebih kuat pengaruhnya daripada dakwah dengan perkataan (dakwah bil lisan). Bila dakwah bil lisan lebih baik daripada dakwah bil hal, maka tentu Nabi Musa lebih baik daripada Nabi Harun. Pada kenyataannya Nabi Harun mengikuti syariat Nabi Musa.

Teman-teman saya yang berprestasi di sekolahnya, pada umumnya tidak banyak bicara. Tapi anehnya banyak orang menyukainya, mendekat kepadanya, dan meneladaninya. Jarang berbicara tapi bila berbicara, benar-benar di perhatikan lawan bicaranya. Karena dia telah berkata dengan prestasinya. Dan banyak orang lebih menginginkan bukti, bukan janji belaka.

Maka tak ada yang perlu dicemaskan tentang ketidakmampuan kita dalam berbicara baik secara lisan maupun tulisan, walaupun keduanya sangat baik kita pelajari dan kuasai. Awal yang harus kita lakukan dalam hal ini adalah, menjadi pribadi muslim yang baik dari hari ke hari. Dari sana akan terpancar cahaya ke sekeliling kita dan akan semakin membesar seiring berjalannya waktu.

Senin, 08 Oktober 2012

Menjaga Kesinambungan Dakwah dengan Menjaga Ruhiyah


Terjadi penurunan kualitas keislaman pada komunitas rohani Islam, mulai dari hafalan Al Qur’an hingga amalan-amalan ibadah. Fakta ini dibenarkan oleh anggota Dewan Syuro Ikatan Da'i Indonesia (IKADI), Dr Ahzami Samiun Jazuli.

Ahzami menyebut fenomena ini sebagai kefuturan (penurunan keislaman) Rohis, disebabkan minimnya program rohis yang mengarah pada tarbiyah yang integral dan menyeluruh dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang fardhu dan sunnah. Rohis saat ini terlalu ditolerir dengan hal-hal mubah. Alhasil menyebabkan lebih terbiasa dengan hal mubah dan melalaikan hal-hal fardhu dan sunnah.

“Bukan berarti Islam memerangi yang mubah, tapi mubah itu ada porsinya,” jelas Ahzami kepada Hidayatullah.com, Sabtu (06/10/2012).

“Ulama dahulu memberikan nasehat kepada kita, jangan memperbanyak dalam hal yang mubah. Logikanya sederhana, yang fardhu ain banyak, yang fardhu kifayah banyak, yang sunnah masih banyak, itu saja belum dilakukan semuanya, kok langsung mempromosikan yang mubah?” tambahnya lagi.

Ahzami juga mengutip nasehat dari Umar bin Khaththab ra. "bahwa kami adalah generasi yang meninggalkan sembilan persepuluh yang dibolehkan (mubah), karena takut hal yang dibolehkan itu justru menjadi pintu masuk hal-hal yang haram."

Karena itu, Ahzami menilai, solusi masalah ini ada pada dua hal. Pertama harus ada keteladanan dari para orang tua. Orang tua di sini bukan hanya yang di rumah, tapi juga para alumni dan pembina rohis juga harus tegas meninggalkan hal-hal yang mubah.

Jika pembinanya saja masih lebih suka mendengarkan musik, bahkan menghabiskan waktu dengan nasyid daripada menghafal Al Qur’an, maka wajar jika adik-adik binaannya banyak yang kelewatan lagi. Hal ini terkait sikap kritis Ahzami terhadap fenomena ngeband yang mulai digemari anak-anak rohis.

Solusi kedua, menurut Ahzami, pembinaan rohis harus lebih dikentalkan lagi pada rutinitas mutaba’ah (evaluasi ibadah), seperti memberikan tugas-tugas hafalan Al Qur’an yang termonitor dengan rutin, termasuk juga membiasakan menghidupkan shalat berjamaah di masjid, sholat dhuha hingga sholat tahajud secara rutin. Juga mengadakan kajian-kajian keislaman, baik tentang sejarah Nabi Muhammad Saw hingga pembinaan tarbiyah yang komprehensif.
“Jika program-program keislaman ini dijalankan, maka tidak mungkin ada anak rohis yang terbuai dengan hal-hal mubah, apalagi sampai ngeband,” jelasnya lagi.

Ketika disinggung dengan isu terorisme, menurutnya, tuduhan rohis sebagai bagian dari jaringan terorisme adalah hal yang biasa. Anak-anak rohis tidak perlu gentar. Semua itu adalah fitnah akhir zaman yang harus dihadapi dengan elegan dan dijawab dengan cara-cara yang intelektual.

Ahzami juga meminta umat Islam untuk bersatu mengawal keberadaan rohis di Indonesia. Hal ini karena karena rohis adalah aset kaderisasi dakwah umat dalam melawan hegemoni hedonisasi yang dimulai dari dunia remaja, di mana serbuan hedonisasi adalah akar pertama ditanamnya gaya hidup sekulerisme sebagai dasar bertumbuhnya gaya hidup liberalisme dan pluralisme.

"Karena itu mengawal keberadaan rohis adalah tanggung jawab seluruh umat Islam," katanya. (http://www.hidayatullah.com/read/25275/07/10/2012/dr-ahzami:-anak-rohis-jangan-dibiasakan-dengan-hal-mubah.html#.UHJf0vWujE0.facebook )

Komentar:
Alhamdulillah ustadz, saya setuju dengan apa yang ustadz sarankan. Terjaganya kesinambungan dakwah adalah karena terjaganya ruhiyah. Bila membaca Al-Qur'an digantikan dengan menyanyi; bila berzikir digantikan dengan mengobrol yang tak berguna, bila yang mubah lebih disukai daripada yang fardhu maupun sunah, maka saksikanlah dakwah akan mulai berhenti (futur) setelah sebelumnya bergerak.


Subhanallah, semoga kita merenungkan apa yang disampaikan Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu yang berkata, "Bahwa kami adalah generasi yang meninggalkan sembilan persepuluh yang dibolehkan (mubah), karena takut hal yang dibolehkan itu justru menjadi pintu masuk hal-hal yang haram."

Sabtu, 06 Oktober 2012

Pemimpin Seperti Ini Layak DIpilih Kembali



Alhamdulillah, pemimpin kita ini kenyang akan prestasi. Saya putra JABAR baru kali ini ada Gubernur JABAR memiliki prestasi sebanyak ini. Namun sayang sedikit sekali media mempublikasikannya. Malah yang sedikit berprestasi dicitrakan berpre
stasi. Apalagi yang nyata-nyata korupsi. Ada yang dulunya korupsi tapi masih saja dianggap layak memimpin negeri. Pemimpin yang kita pilih mencerminkan siapa diri kita sebenarnya. 

Perubahan bukan semata lewat kata-kata tapi karya nyata. Pemimpin seperti Ahmad Heryawan layak dipilih kembali. Tentu, bila kita punya hati nurani. 
Berikut ini daftar 74 penghargaan yang diterima Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan:


1. (1) Penghargaan Pemeringkatan e-Government Indonesia Tingkat Provinsi [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Depkominfo, atas prestasi dalam Provinsi Jawa Barat menduduki tiga besar Pemeringkatan E-Government Indonesia (PeGI).

2. (2) Penghargaan e-Government Award kategori Provinsi [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat] Penghargaan diperoleh dari Warta EkonomiI, atas prestasi dalam bidang penyelenggaraan e-government tingkat Provinsi

3. (3) Penghargaan Adiupaya Puritama, Bali 31 Oktober 2008. [OPD Pengelola : Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat RI, Muhammad Yusuf Asy’ari di Bali. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang pembinaan penyelenggaraan pengembangan perumahan dan pemukiman kategori Pemerintah Kabupaten Tahun 2008.

4. (4) Penghargaan Provinsi Kinerja Terbaik Peringkat Pertama dalam Bidang Jasa Konstruksi, Jakarta 28 Nopember 2008. [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Atas prestasi dalam pencapaian kinerja terbaik peringkat pertama Bidang Jasa Konstruksi.

5. (5) Penghargaan Kamar Dagang dan Industri Pusat, Jakarta 21 Desember 2008 [OPD Pengelola : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, M.S. Hidayat kepada Gubernur Jawa Barat di JCC Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjalin kemitraan dengan Kadin.

TAHUN 2009
6. (1) Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional, 2009 [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Pekerjaan Umum, atas prestasi dalam pengelolaan jalan dan jembatan.

7. (2) Penghargaan BIDANG PERIKANAN BUDIDAYA [OPD Pengelola : Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat]

Penghargaan diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, atas prestasi dalam bidang Pembudidaya Ikan Pandawa.

8. (3) Penghargaan e-Government Award kategori Provinsi [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Warta EkonomiI, atas prestasi dalam bidang penyelenggaraan e-government tingkat Provinsi.

9. (4) Juara Ke-3 Tingkat Nasional Komunikasi Pertunjukan Rakyat, Yogyakarta 2009 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Depkominfo pada kegiatan Pekan Informasi Nasional di Yogyakarta, Provinsi Jawa Barat mendapat juara ketiga untuk kegiatan komunikasi pertunjukan rakyat.

10. (5) Penghargaan Agro Inovasi Pengembangan Hortikultura, Jakarta 6 Agustus 2009 [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta. Atas prestasi Gubernur dalam pengembangan hortikultura di Provinsi Jawa Barat.

11. (6) Penghargaan Adiupaya Puritama, Jakarta 20 Agustus 2009 [OPD Pengelola : Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat, Mohammad Yusuf Asy’ari kepada Gubernur Jawa Barat di ruang Birawa Komplek Bidakara Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang perumahan kategori Pembina Pemerintah Kota Metropolitan/Besar. Penghargaan ini diperoleh untuk kedua kalinya pada tahun 2009.

12. (7) Penghargaan Anugerah Aksara, Cilegon 8 September 2009 [OPD Pengelola: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo kepada GubernurJawa Barat di Cilegon Banten. Atas prestasi dalam memberantas buta aksara di Jawa Barat.

13. (8) Penghargaan Daerah Berprestasi Kinerja Keuangan, Ekonomi dan Kesejahteraan, Jakarta 2 November 2009. [Biro Pengelola : Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Srimulyani Indrawati kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Penghargaan diberikan karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat masuk kategori Daerah Berprestasi berdasarkan penilaian kinerja keuangan, ekonomi dan kesejahteraan.

14. (9) Penghargaan dari Kemensos RI, Bekasi 3 Desember 2009 [OPD Pengelola: Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, DR H Salim Segaf Al Jufri kepada Gubernur Jawa Barat pada Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) di Istana Wakil Presiden RI. Atas prestasi dalam mewujudkan kesamaan kesempatan bag penyandang cacat.

15. (10) Prestasi sebagai Salah Satu Provinsi Terbaik dalam Hal Integritas Pelayanan Publik, Jakarta 22 Desember 2009. [Biro Pengelola : Biro Pemerintahan Umum Provinsi Jawa Barat]. Pengumuman predikat terbaik ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Mochammad Jasin di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam optimalisasi pencegahan korupsi pelayanan publik.

TAHUN 2010


16. (1) Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional, 2010 [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Pekerjaan Umum, atas prestasi dalam pengelolaan jalan dan jembatan.

17. (2) Penghargaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Terbaik, Tahun 2010 [OPD Pengelola : BPPT Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari BPKM RI, atas prestasi dalam bidang investasi.

18. (3) Penghargaan PRIMANIYARTA [OPD Pengelola : BKPPMD Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh atas prestasi dalam Program Pengembangan dan Peningkatan Ekspor Jawa Barat, untuk eksportir berkinerja, pembangunan merk global dan ekonomi kreatif.

19. (4) Penghargaan Sebagai Regional Champion, Jakarta 19 Februari 2010 [OPD Pengelola : BKPPMD Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Penanaman Modal/Kepala BKPM RI di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai penggerak dan capaian target investasi terbaik pada Tahun 2009.

20. (5) Penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik, Jakarta 27 Mei 2010 [OPD Pengelola : Disnakertrans Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Muhaimin Iskandar di Jakarta. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat dalam keberhasilan membina iklim kerja yang sehat dan selamat di Jawa Barat Tahun 2010.

21. (6) Juara MTQ Nasional, Bengkulu 12 Juni 2010 [Biro Pengelola : Biro Yansos Setda Provinsi Jawa Barat]

Provinsi Jawa Barat keluar sebagai juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 di Bengkulu. Jawa Barat meraih 9 medali emas, 6 perak, dan 2 Perunggu, dengan jumlah nilai 65. Jawa Barat unggul pada cabang Hifzil Qur’an dengan memperoleh 4 emas, 1 emas Golongan 10 Juz Putra, 2 emas Golongan 20 Juz putra putri, dan 1 emas di golongan 30 juz putra.

22. (7) Penghargaan Lencana Dharma Bakti, Cibubur 14 Agustus 2010 [Organisasi Pengelola : Kwartir Daerah Jawa Barat]

Penghargaan diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Cibubur. Lencana Dharma Bakti diberikan kepada Gubernur atas jasa dan sumbangannya bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan gerakan kepramukaan di dunia.

23. (8) Penghargaan Bidang KB, Manggala Karya Kencana, 10 November 2010 [OPD Pengelola :Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Jawa Barat]

Penghargaan diberikan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Atas jasa-jasa yang sangat menonjol dalam menggerakkan peran serta masyarakat untuk mencapai keberhasilan Program KB Nasional.

24. (9) Penghargaan Ksatria Bakti Husada, Jakarta 12 November 2010 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provins iJawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta. Penghargaan ksatria Bakti Husada diberikan kepada individu yang dengan sukarela telah menyumbang tenaga, pikiran dan pengetahuannya di dalam mengembangkan program kesehatan.

25. (10) Penghargaan Mitra Bakti Husada, 12 November 2010 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provins iJawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI kepada individu, kelompok/lembaga dalam bidang pengembangan program kesehatan.

26. (11) Penghargaan LPSE JABAR TERBAIK NASIONAL, Balikpapan 23 November 2010 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Atas prestasi sebagai penyelenggara lelang secara elektronik terbaik Tingkat Nasional Tahun 2010.

27. (12) Penghargaan Presiden Bidang Pertanian, 3 Desember 2010 [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat dalam meningkatkan sektor pertanian.

28. (13) Penghargaan Adibakti Mina Bahari, Balikpapan 13 Desember 2010 [OPD Pengelola : Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono di Balikpapan, Kalimantan Timur. Atas prestasi Jawa Barat dalam meraih Juara Umum meraih 5 kategori Bidang Perikanan Budidaya, Bidang Perikanan Tangkap, Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan serta Bidang Pengawasan.

TAHUN 2011


29. (1) Penghargaan BKN Award [OPD Pengelola : BKD Provinsi Jawa Barat] Penghargaan diperoleh atas prestasi Pemerintah Provnsi Jawa Barat dalam Pengelola Manajemen Kepegawaian Terbaik Tahun 2011.

30. (2) Penghargaan LPSE PROVINSI TERBAIK, 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Atas prestasi sebagai penyelenggara Paket Lelang Terbanyak Semester I dan II Tahun 2011.

31. (3) Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional, 2011 [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Pekerjaan Umum, atas prestasi dalam mengatasi kemacetan dan kemantapan jalan dengan pembangunan infrastruktur kebinamargaan di Jawa Barat.

32. (4) Penghargaan Penyusun Proposal Terbaik Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kemenkominfo dalam penyusunan proposal MPLK.

33. (5) Penghargaan sebagai BAZDA Provinsi Terbaik. [OPD Pengelola : BAZDA Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari BAZNAS atas prestasi dalam Manajemen Pengelolaan Zakat.

34. (6) Penghargaan Adibaktitani [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan tersebut diperoleh atas prestasi di bidang Peternakan.

35. (7) Penghargaan Upakarti Pengembangan IKM. [OPD Pengelola : Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dibidang Jasa Pengabdian, Jasa Kepeloporan, Jasa Kepedulian, dan IKM Modern.

36. (8) Penghargaan Indonesia Good Design Selection (IDGS). [OPD Pengelola : Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dibidang Desain Terbaik untuk lima perusahaan (alatmusik, kerajinan, fashion dan accessories, serta furniture), Penghargaan bagi UKM dalam rangka “PANGAN AWARD” untuk kategori diversifikasi produk, kreasi kemasan menarik, inovasi produk dan bahan baku

37. (9) Penghargaansebagai Provinsi Produsen Padi Terbesar Tingkat Nasional [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan tersebut diperoleh atas prestasi pencapaian produksi padi sebesar 11.322.681 Ton GKG.

38. (10) Penghargaan Enterpreneurship Development, Jakarta 2 Februari 2011 [OPD Pengelola : Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM di Jakarta. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat sebagai kepala daerah terbaik dalam pengembangan kewirausahaan.

39. (11) Rekor Muri Kendaraan Terbanyak Uji Emisi Gas Buang, Bandung, 21 april 2011 [OPD Pengelola : BPLHD Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada Gubernur Jawa Barat di Bandung. Atas prestasi memecahkan rekor MURI untuk kendaraan terbanyak yang mengikuti uji emisi gas buang, total 1.089 kendaraan dalam waktu 6 jam.

40. (12) Anugerah Pangripta Nusantara, Jakarta 28 april 2011 [OPD Pengelola : Bappeda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas diserahkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan perencanaan pembangunan terbaik dan dinilai sukses meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan Daerah.

41. (13)Juara Ke-3,Perlombaan Pertunjukan Kesenian sebagai Media Informasi, 19 Mei 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Kontingen Jawa Barat terpilih menjadi juara ke-3 Perlombaan Pertunjukan Kesenian sebagai Media Informasi pada acara Pekan Informasi Nasional (PIN)

42. (14)Penghargaan Pengelolaan Sumber Daya Genetik Hewan, Kaltim 23 Juni 2011 [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI atas prestasi di bidang pengelola sumber daya genetik hewan.

43. (15) Anugerah Bhawa Sasana Desa, Cirebon 9 Mei 2011 [Biro Pengelola : Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar kepada Gubernur Jawa Barat di Cirebon. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat dalam membina dan mengembangkan 60 Desa atau Kelurahan untuk sadar hukum. Hal ini menunjukan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah yang prosentase kesadaran hukumnya tertinggi di Indonesia.

44. (16) Penghargaan Inclusife Education Award, Manado 12 september 2011 [OPD Pengelola : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Perwakilan Kementrian Pendidikan Nasional pada pembukaan ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) X di Manado, Sulawesi Utara. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan pendidikan inklusif (penyandang ketunaan). Pemberian penghargaan bagi anak dengan kebutuhan khusus ini didukung USAID.

45. (17) Adiupaya Puritama, Jakarta 22 September 2011 [OPD Pengelola : Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Soeharso Monoarfa kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membina penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman untuk skala kota menengah/kecil tahun 2011.

46. (18) Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama, Bandung 23 September 2011. [OPD Pengelola : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada Gubernur Jawa Barat di Bandung. Atas jasa dan pengabdian dalam pembangunan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni di Jawa Barat dan ITB.

47. (19) Penghargaan Anugrah Media Humas, 27 Oktober 2011 [Biro Pengelola : Biro Humas, Protokol dan Umum Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Bakohumas Nasional, atas prestasi juara umum kategori penerbitan majalah internal, plakat dalam bentuk angklung dan kategori laporan.

48. (20) Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik, Surabaya 8 November 2011 [Lembaga Pengelola : Komisi Informasi Publik Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Komisi Informasi Pusat atas prestasi Pemerintah Provnsi Jawa Barat dalam pelaksanaan keterbukaan informasi kepada publik.

49. (21) Penghargaan PeGI Tahun 2011 Tingkat Provinsi, Jakarta 9 Nopember 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementerian Kominfo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kominfo, untuk tingkat Provinsi, Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama

50. (22) Penghargaan Swasti Saba, 11 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Kesehatan RI, atas jasa pembinaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang SDM Kesehatan.

51. (23) Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala, 12 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Kesehatan RI, dalam hal menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. 

52. (24) Doktor Honouris Causa dari Youngsan University Korea Selatan, 15 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat] Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan diserahkan oleh Rektor Youngsan University di Korea Selatan. Atas apresiasi Gubernur Jawa Barat dalam pembangunan infrastruktur, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan pendidikan, yang dinilai semakin membaik.

53. (25) Penghargaan Adibakti Tani, Jakarta 29 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Pertanian RI atas prestasi di bidang Pertanian.

54. (26) Penghargaan CSR For Indonesia Sustainability Summit and Award 2011, Bali 8 Desember 2011 [OPD Pengelola : Bappeda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh La Tofi pendiri La Tofi School of CSR di Ubud Bali. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam keberhasilan penyelenggaraan CSR Tahun 2010.

55. (27) Adibakti Mina Bahari, Dumai Riau 11 desember 2011 [OPD Pengelola : Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Boediono kepada Gubernur Jawa Barat di Dumai Riau. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai juara umum dalam meningkatkan produksi perikanan melalui Program GEMAR dan Program GAPURA.

56. (28) Satya Lencana Kebaktian Sosial, Yogyakarta 19 Desember 2011 [OPD Pengelola : Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan satya lencana diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kompleks Pelataran Candi Prambanan Yogjakarta. Atas prestasi Gubernur Jabar dalam pelaksanaan program kesetiakawanan sosial di Jawa Barat.

57. (29) Anugerah Parahita Ekapraya Pratama, Jakarta 22 Desember 2011 [OPD Pengelola : Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Kartini Jakarta. Atas prestasi keberhasilan dan berkontribusi nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung penerapan dan pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG), pemberdayaan perempuan (PP), perlindungan anak (PA), serta upaya pemenuhan hak anak.

58. (30) Transmigration Award, Jakarta 28 Desember 2011 [OPD Pengelola :DisnakertransProvinsiJawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat di Hotel Bidakara Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan transmigrasi dari waktu ke waktu.

TAHUN 2012
59. (1) Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2011, Jakarta 17 April 2012 [Republika]. Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2011 diserahkan oleh Komisaris Utama PT. Republika Mandiri, Adi Sasono kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Djakarta Theatre Building Lt 2, Jakarta. Tokoh nasional lainnya yang mendapatkan penghargaan serupa, yakni Hatta Rajasa, Amran Nur, Abdullah Syukri Zarkasyi, dan Heppy Trenggono

60. (2) Anugerah Perencanaan Terbaik PANGRIPTA NUSANTARA 2012: Provinsi Terbaik I, Jakarta 25 April 2012 [OPD Pengelola : Bappeda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas diserahkan oleh Menteri PPN/Bappenas di Hotel Bidakara Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2012.

61. (3) Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Jakarta 25 April 2012 [OPD Pengelola :Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di gedung Smesco Jakarta. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai berhasil dalam melakukan pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Barat

62. (4) Penghargaan Provinsi Dengan Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik Tahun 2011, Jakarta 16 Mei 2012 [OPD Pengelola : Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koodinator Bidang Perekonomian pada pembukaan Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) III TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) tahun 2012, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

63. (5) Opini BPK RI: Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Bandung 28 Mei 2012 [OPD Pengelola : Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat]. Penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) disampaikan oleh BPK RI dalam acara Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat. Penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diperoleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2011.

64. (6) Penghargaan Satyalancana Wira Karya Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana, Mataram 30 Juni 2012

[OPD Pengelola :Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ProvinsiJawa Barat]. Penghargaan disematkan langsung oleh Wakil Presiden RI pada acara puncak peringatan Hari Keluarga ke-XIX tingkat Nasional tahun 2012 di eks Bandara Selaparang Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Daerah yang telah berperan secara aktif dan dipandang berhasil di tingkat nasional menyukseskan program kependudukan dan keluarga berencana.

65. (7) Penghargaan Bagi Gubernur atas Komitmen Terhadap Pengembangan Penyuluhan Pertanian Tingkat Provinsi Tahun 2012, Lampung 30 Juni 2012 [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas komitmennya terhadap penyuluhan pertanian sebagai Gubernur Peduli Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Penganugrahan penghargaan tersebut diserahkan oleh Mentan DR. Ir. Suswono, MMA pada acara puncak Jambore Penyuluhan (Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian) se-Indonesia 2012 pada 30 Juni 2012 di Lapangan Mulyo Jati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Provinsi Lampung.

66. (8) Penghargaan Wanasara, Jakarta 4 Juli 2012 [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas komitmennya dalam peningkatan gizi masyarakat melalui protein hewani yang dikenal dengan kampanye SDTI (Susu, Daging, Telur dan Ikan) yang disampaikan oleh Menteri Pertanian RI DR. Ir. Suswono, MMA pada acara pembukaan Indo Livestock Ekspo and Forum Tahun 2012 di JCC Senayan Jakarta.

67. (9) Satyalencana Pembangunan Bidang Koperasi, Palangkaraya 12 Juli 2012 [OPD Pengelola : Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden pada acara Peringatan Hari Koperasi Ke-65 Tingkat Nasional di Palangkaraya Kalimantan Tengah. Gubernur Jawa Barat menerima Penghargaan tersebut karena dinilai berperan besar dalam pemberdayaan KUMKM di Jawa Barat.

68. (10) Juara Ke-2 Tingkat Nasional , Perlombaan Media Pertunjukan Rakyat, Menado 22 Mei 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Kontingen Jawa Barat terpilih menjadi juara ke-2 Tingkat Nasional Perlombaan Media Pertunjukan Rakyat pada acara Pekan Informasi Nasional (PIN) di Kota Menado Sulawesi Utara.

69. (11) Penghargaan Adi Karya Bhakti Praja (AKBP) Tahun 2012, Jakarta 14 Agustus 2012 [Biro Pengelola : Biro Pemerintahan Umum Setda Jawa Barat]. Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, berhasil meraih gelar juara pertama Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2012 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan diserahkan oleh Sekjen Kemendagri Dra. Diah Anggraeni di Hotel Redtop Jakarta.

70.(12) Penghargaan Laporan Keuangan Opini Terbaik Wajar Tanpa Pengecualian, Jakarta tanggal 11 September 2012. [Biro Pengelola : Biro Keuangan]. Di sampaikan Wakil Presiden RI atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan dengan Capaian Standard Tertinggi dalam akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah.

71.(13) Penghargaan “Sistem Resi Gudang Award”, Surabaya Tgl 20 September 2012 [OPD Pengelola: Dinas Perindustrian dan Perdagangan]. Dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia atas dukungan dalam Pelaksanaan Sistem Resi Gudang di Wilayah Jawa Barat. Diberikan di Oleh Wakil Menteri Perdagangan.

72. (14) Adiupaya puritama terbaik pembina Kabupaten dari Menteri Perumahan Rakyat, Jakarta 5 Oktober 2012

73. (15) Adiupaya puritama terbaik pembina Kota Menengah/Kecil dari Menteri Perumahan Rakyat, Jakarta 5 Oktober 2012

74. (16) Adiupaya puritama terbaik pembina Kota Metropolitan dari Menteri Perumahan Rakyat, Jakarta 5 Oktober 2012

Demikian 74 Penghargaan yang telah diterima Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (
http://www.bersamadakwah.com/2012/10/inilah-daftar-74-penghargaan-yang.html)

Selasa, 29 Mei 2012

Keutamaan Berdakwah (1)

Keutamaan Pertama
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’” (QS. Fushshilat: 33).

Sebagian mufassir mengatakan, barangsiapa menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara apapun, maka dia berhak mendapat kehormatan dari ayat di atas. Misalnya, para Nabi As. berdakwah dengan cara memperlihatkan mukjizat, para ulama berdakwah dengan hujjah dan dalil-dalil, para mujahid berdakwah dengan pedangnya, para muadzin berdakwah dengan adzannya, politisi berdakwah dengan kebijakan yang dibuatnya, penulis berdakwah dengan penanya. Pendek kata, barangsiapa menyeru manusia kepada kebaikan, maka dia berhak mendapatkan kehormatan seperti disebutkan ayat di atas.

Sebagian mufassir juga mengatakan, ayat “Wa qalla innani minal muslimin” (dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’) maksudnya adalah, bahwa seorang muslim hendaknya merasa bangga dengan kehormatan yang dikaruniakan Allah kepadanya, dan hendaknya dia menunjukkan kehormatan ini dengan penuh kebanggaan.

Keutamaan Kedua
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55).

Para mufassir mengatakan bahwa dengan dakwah berarti juga memberikan peringatan kepada orang-orang beriman dengan ayat-ayat al-Quran, karena hal ini akan bermanfaat bagi mereka. Bahkan akan bermanfaat juga bagi orang-orang kafir, karena dengan usaha ini, insya Allah mereka akan memeluk Islam. Rasulullah Saw. pernah bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Para da’i adalah orang-orang terbaik dan dakwah adalah profesi terbaik yang dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Keutamaan Ketiga
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

Dalam ayat di atas, dengan jelas Allah Swt. menunjukkan sebab-sebab keberuntungan, yaitu dengan berdakwah; menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Artinya, barangsiapa yang ingin meraih keberuntungan, maka hidupnya harus di arahkan pada jalan dakwah.

Keutamaan Keempat
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110).

Kalimat, “Kuntum khaira ummah” artinya kalian akan senantiasa menjadi umat terbaik di antara umat-umat lainnya karena kalian mendakwahkan ajaran Islam, menyeru manusia kepada kebaikan, serta mencegah dari kemungkaran.

Para mufassir mengatakan, bahwa dalam ayat ini amar ma’ruf nahi munkar disebutkan lebih dahulu daripada sebutan iman kepada Allah, padahal iman adalah pangkal bagi segala amalan. Tanpa iman, amal kebaikan apa pun tidak akan bernilai di sisi Allah. Hal ini dikarenakan, iman sudah ada dan dimiliki oleh umat-umat terdahulu, namun ada suatu amalan yang membedakan umat Nabi Muhammad Saw. dengan umat-umat sebelumnya, yaitu tugas amar ma’ruf nahi munkar.

Jika maksud utama dari ayat di atas adalah menegaskan betapa pentingnya amar ma’ruf nahi munkar bagi kita, sehingga perintah ini disebutkan terlebih dahulu. Dengan demikian, syarat utama agar umat ini menjadi lebih mulia daripada umat lainnya, yaitu kita harus melaksanakan perintah tersebut. Jika tidak, maka kita tidak berhak memperoleh sebutan khaira ummah. Seperti pernah terjadi pada umat terdahulu ketika mereka melalaikan tugas ini, maka Allah Swt. berfirman, “Falamma nasuu maa dzukkiruubih…” (Ketika mereka lalai dari mengingatkan).

Peringatan seperti ini banyak disebutkan dalam ayat-ayat lain. Perlu di ingat, bahwa tugas amar ma’ruf nahi munkar tidak cukup diamalkan beberapa kali saja, tetapi harus diamalkan terus-menerus setiap saat, karena amar ma’ruf nahi munkar adalah tugas tetap, bukan tugas sementara.

Keutamaan Kelima
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. an-Nisa: 114).

Dalam ayat ini Allah Swt. menjanjikan balasan yang besar bagi mereka yang mendakwahkan kebenaran. Seberapa besarkah pahala yang dikatakan ‘besar’ oleh Allah itu? Dalam menafsirkan ayat ini, Rasulullah Saw. bersabda, “Kata-kata seseorang itu boleh jadi merupakan dosa baginya, kecuali kata-kata yang diucapkan itu memberi peringatan, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau berdzikir kepada Allah.”

Kamis, 29 Maret 2012

Bersama Kafilah Dakwah

Kalau tiada jama’ah dalam kehidupan

Niscaya kita tak punya banyak jalan

Dan yang lemah akan menjadi mangsa

Bagi orang yang kuat perkasa

(Imam Abdullah bin al-Mubarak)

Saya teringat dengan satu kisah yang disampaikan Syaikh Abbas as-Sisi dalam bukunya “Bagaimana Menyentuh Hati.” Syaikh Abbas mengisahkan bahwa dirinya pernah saling berkirim surat dengan seorang pemuda asal Mesir yang baru studi di Amerika. Namun entah mengapa, lama kelamaan Syaikh Abbas tidak mendapat kabar lagi dari pemuda itu. Bahkan ketika menanyakan kabarnya, Syaikh Abbas tidak mendapatkan jawabannya. Mudah-mudahan saja Allah menyelamatkan pemuda itu dari serbuan kemaksiatan yang melanda bangsa Amerika Serikat.

Kisah di atas memberikan pelajaran kepada kita tentang fenomena para aktivis dakwah yang sedikit demi sedikit sudah keluar dari jalur dakwah. Kita mengenal istilah penyakit dakwah yang menyerang sebagian aktivis dakwah. Yaitu bersemangat pada awalnya, kemudian bermalas-malasan hingga berhenti dari beramal. Atau yang lebih dikenal dengan istilah “futur”. Hal ini, kata Dr. Sayyid Muhammad Nuh dalam bukunya “Terapi Mental Aktivis Harakah”, disebabkan beberapa hal, utamanya adalah sering bermaksiat kepada Allah.

Saya sendiri pernah mengalami hal serupa seperti yang pernah dialami pemuda itu. Selama bertahun-tahun, saya “terlepas” dari genggaman dakwah. Hingga hati ini selalu bimbang, ragu dan bingung kemana harus melangkah. Saya pun mengalami keterpurukan dan membuat hati saya lalai dari mengingat-Nya dan dari beramal jama’i. Namun kemudian, saya dipertemukan dengan seorang teman yang kembali menunjukkan saya jalan dakwah yang dulu pernah saya tinggalkan. Selepas saya kembali bergabung, saya merasakan energi positif saya keluar ke permukaan dan menunjukkan saya jalan keluar dari kemelut hati ini. Saya pun semakin mencintai Islam dan menginginkan Islam tegak di muka bumi ini. Semua itu harus direalisasikan dalam tindakan nyata yang saya lakukan dalam aktivitas amal jama’i (bersama) dengan para aktivis dakwah lainnya. Apa yang saya tulis, katakan dan perbuat adalah bagian dari dakwah. Jika saya membangun sebuah “rumah” maka “rumah” yang saya buat adalah “rumah peradaban”. Saya sudah merasakan bagaimana rencana-rencana itu berjalan, menggelinding ibarat bola salju. Alhamdulillah, semua ini berkat karunia Allah Swt.. Tanpa pertolongan dan rahmat-Nya, saya tidak mungkin dapat menghirup udara kemerdekaan yang hakiki.

Doa yang selalu saya baca ketika hati ini mulai ada kecondongan berbuat maksiat adalah, “Rabbana la tuziq qulubana ba’da idz hadaytana wahablana mil ladunka rahmatan, innaka antal wahhab”, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). Saya berdoa demikian, karena saya takut kembali “jahil” seperti dulu, tak punya pegangan hidup dan tak tahu mau apa. Saya ingin tetap selalu dalam keimanan ini dan terus meningkat hingga saya mati. Karena saya merasakan, keimanan memberikan saya kebahagiaan, ketenangan, dan kesabaran yang berlipat-lipat.

Dakwah tidak butuh kita, tetapi kitalah yang butuh dakwah! Demikian nasihat Syaikh Musthafa Masyhur. Satu hal yang pasti adalah, dakwah memberikan banyak kebaikan untuk kita, namun kita belum tentu memberikan sumbangan positif untuk kemajuan dakwah. Apa yang saya sampaikan di atas dan sampai kata-kata terakhir yang saya sampaikan ini, adalah salah satu dari manfaat bergabung dengan jama’ah dakwah. Karena Anda pasti akan bertanya terlebih dahulu, apa manfaat dari bergabung dengan jama’ah dakwah. Saya memahami hal itu. Karena kita memerlukan jawabannya untuk mendorong kita bergabung dengan jama’ah dakwah.

Yang perlu Anda perhatikan di sini, bahwa dakwah tidak memerlukan orang-orang yang cinta dunia dan rakus dengan materi. Jika itu yang Anda kehendaki, dengan sendirinya, secara alami, Anda akan terpental dari jalan dakwah. Dakwah hanya memerlukan orang-orang yang siap berkorban, ikhlas, taat beribadah, lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya. Karena semua itulah yang menjadi sebab-sebab kemenangan dakwah. Dan kemenangan dakwah adalah kemenangan bagi kita semua, bagi peradaban yang lebih berperikemanusiaan, peradaban yang lebih membahagiakan dan lebih menentramkan hati.

Jumat, 23 Maret 2012

Tiga Syarat Meraih Keberuntungan

Allah Swt. berfirman dalam surat al-Ashr ayat 1-3:

وَالْعَصْرِ {1} إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ {2} إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ {3}

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Di dalam ayat ini tergambar tiga syarat yang membuat manusia luput dari kerugian selama hidup di dunia, yaitu beriman, beramal saleh, dan berdakwah. Ketiganya bukanlah unsur yang saling berdiri sendiri, melainkan unsur yang saling menjalin satu sama lain sehingga membentuk sebuah anyaman kehidupan. Mari kita pahami bersama ketiga hal tersebut.

Beriman
Manusia yang tidak beriman (kafir) adalah orang-orang yang merugi. Mereka tidak mendapatkan apa-apa dari apa yang dikerjakannya di dunia ini kecuali hanya kelelahan fisik dan kesenangan duniawi belaka. Amal-amal mereka terbang ditiup angin. Atau seperti halnya fatamorgana; ada namun tiada. Mereka beramal atau tidak beramal sama saja. Hidup dan mati mereka sama saja. Jika mereka beramal maka sia-sia dan tak bernilai pahala. Dan jika mereka melakukan maksiat maka mendapat siksa.

Bagi siapa saja yang ingin luput dari kerugian, maka syarat pertama adalah wajib beriman kepada Allah. Dengan cara itulah, kita mendapatkan pahala berdasarkan amal-amal saleh yang kita lakukan. Dan kita mendapat siksa dari maksiat yang kita lakukan. Hitung-hitungan memperoleh surga atau neraka akan menjadi jelas disini. Sementara orang-orang yang tidak beriman jelas-jelas akan masuk neraka-Nya.

Allah Swt. berfirman dalam surat Ali Imran ayat 116-117:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلآَأَوْلاَدُهُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا وَأُوْلاَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {116} مَثَلُ مَايُنفِقُونَ فِي هَذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ وَمَاظَلَمَهُمُ اللهُ وَلَكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”

Beramal saleh

Yang dimaksud amal saleh adalah amal yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Orang yang beriman otomatis adalah orang yang beramal saleh. Iman dan amal saleh ibarat bunga yang tidak dapat menahan semerbak harumnya. Oleh karena itu, orang-orang yang tidak beramal saleh patut dipertanyakan keimanannya, sekalipun orang itu mengaku dirinya beriman.

Iman menjadi tidak cukup jika kita ingin luput dari kerugian. Iman adalah salah satu syarat tak terpisahkan dari keberuntungan hidup manusia. Seperti kata Sayyid Quthb, orang-orang beriman yang tidak beramal shalih, sesungguhnya iman itu tidak ada dalam dirinya. Iman itu mandul; tidak membuahkan amal saleh. Iman itu hanya sekedar ucapan tanpa perbuatan.

Setelah beriman, segeralah beramal saleh agar kemudian imanmu tumbuh dan berkembang dalam dirimu. Sibukkan dirimu dengan amal saleh karena apa yang engkau lakukan akan membuahkan hasil yang baik kelak di akhirat. Sebaik dan sebanyak apapun panen yang akan engkau semai di akhirat nanti, itu disebabkan oleh apa yang engkau lakukan saat ini.

Berdakwah

Yang dimaksud berdakwah disini adalah nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Syarat ketiga ini lebih berdimensi eksternal (sosial) ketimbang syarat pertama dan kedua. Artinya, tidak cukup apa yang kita lakukan hanya untuk diri kita sendiri. Seorang muslim memiliki kepedulian terhadap sesamanya, tak terkecuali orang-orang kafir yang belum tersentuh hidayah-Nya. Kewajiban kita menyampaikan kepada mereka jalan keselamatan dan keberuntungan. Sehingga kemudian mereka beriman dan beramal saleh seperti dirinya.

Dorongan untuk berdakwah akan senantiasa tumbuh dihati orang-orang beriman yang beramal saleh. Karena hati mereka penuh dengan cahaya kelembutan dan kepedulian pada sesama. Ia merasa kasihan kepada orang-orang yang jauh dari hidayah-Nya. Ia segera membantu mereka; menuntun mereka ke jalan yang benar.

Rasulullah Saw. adalah orang yang sangat menginginkan keimanan setiap hamba-hamba Allah sehingga dengan penuh semangat beliau berdakwah tanpa kenal putus asa, walaupun pada awalnya beliau mendapat penderitaan yang sangat menyakitkan. Mengenai hal ini, Allah Swt. berfirman dalam surat at-Taubah ayat 128:

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

Dengan ketiga hal inilah pintu-pintu kerugian tertutup rapat dan pintu-pintu keberuntungan, kebahagiaan, dan keselamatan terbuka lebar. Layar telah terkembang dan bahtera berjalan menuju tujuannya. Wahai orang-orang beriman yang beramal saleh dan berdakwah, selamat datang dalam kegembiraan yang hakiki. “…maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-Baqarah: 38).