Senin, 12 Agustus 2013

Menyalurkan Energi Kemarahan Menjadi Sesuatu yang Positif


Tokoh-tokoh hebat selalu mencuri perhatian orang-orang pada umumnya disebabkan tindakan mereka yang tampaknya jarang dilakukan oleh orang-orang biasa. Ternyata orang yang dibalik sukses produksi dan penjualan mobil Mustang malah dipecat dari perusahaannya, yaitu Ford Motor Company. Alasannya karena tokoh tersebut bukan berasal dari keluarga Ford. Lalu, apa yang dilakukan tokoh tersebut setelah dipecat? 

Dia sangat marah dan merasa dipermalukan oleh Ford. Dia mempunyai dua pilihan: mengarahkan kemarahan itu kepada diri sendiri dengan akibat yang merusak, atau menyalurkan energi kemarahan itu untuk menghasilkan sesuatu yang positif. Istrinya yang bijak, menyarankannya untuk memilih yang kedua. Lalu, apa yang terjadi setelahnya?

Atas kesuksesannya yang lalu di Ford, Ford menawarinya mendapat uang pensiun 1 juta dolar setiap tahun. Sungguh menggiurkan bila dipandang uang sebegitu banyak didapat dengan cara mudah dan ongkang-ongkang kaki saja. Tapi Ford memberikan syarat: Tidak boleh bekerja pada orang lain selama uang itu diberikan kepadanya. Tokoh ini menolak dengan sangat keras. Lebih baik hengkang daripada hidup dijajah seperti ini. Sama saja dengan membunuhnya pelan-pelan. Ya, bagi orang yang kreatif, kematian akal jauh lebih berbahaya daripada kematian jasad. Karena setiap orang pasti mati, tapi tidak setiap orang hidup menggunakan akalnya secara maksimal.

Lantas apa yang akan dilakukannya? Bukannya perusahaan yang sedang maju yang dia pilih sebagai tempat kerjanya yang baru. Justru perusahaan yang sedang menuju kebangkrutan yang dia pilih, yaitu Chrysler. Sampai-sampai dia mengatakan, "Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkannya." Mengapa dia memilih perusahaan tersebut? Alasannya, dia ingin menyelamatkan 250 ribu pegawai Chrysler. Dia bersedia digaji 1 dolar saja setahun, sebelum perusahaan pulih kembali. Sebuah keputusan yang terpuji dan manusiawi.

Apapun rencananya, tokoh tersebut terbukti berhasil memulihkan Chrysler dan mengembalikannya ke posisi yang kian kompetitif dari dua raksasa otomotif lain, General Motors dan Ford sendiri. Enam tahun setelah dipecat dari Ford, Lee Iacocca, nama tokoh tersebut, berhasil menutup hutang perusahaan sebesar 1,5 milyar dolar dan meraih keuntungan bersih 2,4 milyar dolar. Disamping itu, dia berhasil menyelamatkan 250 ribu pegawai, bahkan menambah pegawai baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar