Minggu, 26 Januari 2014

Betapa Merugi Orang yang Zalim, dan Betapa Beruntung Orang yang Dizalimi

Dari Abu Hurairah r.a, Nabi Saw.bersabda: “Tahukah kamu siapa yang bangkrut itu?“, mereka (sahabat) berkata: “Ya Rasulullah, orang yang bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya kesenangan dan uang." (kemudian) Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang (pada hari kiamat) membawa pahala sholat, zakat, puasa dan haji. Sedang (ia) pun datang (dengan membawa dosa) karena memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta benda orang (hak–hak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang terzalimi. Maka tatkala kebaikan orang (yang menzalimi) itu habis, sedang hutang (kezalimannya) belum terbayarkan, maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkan kedalam neraka." (HR. Muslim)

Begitu besar dosa orang yang berbuat zalim sampai-sampai disebut sebagai orang yang bangkrut. Akibat kezalimannya itu, kebaikan yang ada padanya diberikan kepada orang yang dizaliminya hingga tak tersisa lagi dosa kezaliman itu pada dirinya. Apabila amal kebaikannya sudah habis sedangkan dosa kezalimannya masih banyak, maka dosa-dosa orang yang terzalimi dilimpahkan kepadanya hingga bertambahlah dosa yang ada pada dirinya dan berkuranglah dosa kepada orang yang dizaliminya.

Hal ini juga merupakan kabar gembira bagi orang yang terzalimi, hendaknya mereka bersabar karena mereka kelak akan mendapat karunia yang besar dari Allah sebagaimana disebutkan di atas.

Saya tidak membayangkan betapa meruginya orang-orang yang berbuat zalim, dan betapa beruntungnya orang-orang yang terzalimi walaupun tentu saja semua orang tidak senang dizalimi. Namun apabila sudah terzalimi, hendaklah kita bersabar karena kelak kita akan mendapat keuntungan yang besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar