Senin, 28 Mei 2012

Mengenal Nabi dengan Membaca Sirah Nabawiyah


Judul : Shahih Sirah Nabawiyah 
Penulis : Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury
Tebal : XX + 648 hlm.
Cetakan : Ke-4 2011 
Harga: 95.000

Pada awalnya, kita mendengar orang-orang memujinya karena kebaikannya akhlaknya. Kemudian timbullah keinginan yang besar untuk mengenalnya lebih dekat. Kita mendengarkan para ulama bertutur tentang orang baik tersebut. Kita juga membaca tulisan tentang perjalanan hidup beliau. Sehingga semakin dekatlah kita kepadanya, dan kita merasa yakin bahwa apa yang disampaikannya adalah kebenaran yang datangnya dari Allah Swt.

Orang baik tersebut adalah Rasulullah Saw. Namanya disebut oleh berjuta-juta orang sebagai nama orang yang terpercaya, berakhlak baik lagi terpuji. Hanya orang-orang yang suka berbuat jahat dan berhati dengki saja yang tidak menyukainya. Hal ini adalah sunnatullah. Karena, orang yang baik akan dikumpulkan bersama orang yang baik pula. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” Dan sabdanya yang lain menyebutkan, “Umat Islam tidak mungkin bersepakat dalam kemungkaran.”

Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa Rasulullah adalah contoh teladan terbaik (qudwah hasanah) umat manusia dan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin). Aisyah r.a. menyebut beliau sebagai “Al-Quran yang berjalan.” Karena, beliau telah mengaplikasikan seluruh isi Al-Quran dengan sempurna.

Di dalam buku ini terlihat jelas betapa kehidupan Nabi Muhammad Saw. dipenuhi dengan perjuangan. Seolah saya tidak melihat Nabi berleha-leha. Nabi terus berjuang dan berjuang hingga maut memisahkan beliau. Inilah yang hebat dari sosok Nabi. Saya pun bertanya di dalam hati, apakah yang menyebabkan Nabi Muhammad begitu dan senantiasa bersemangat dalam berjuang? Dari satu perang ke perang berikutnya sangat pendek jaraknya, belum lagi kesibukan beliau dalam berdakwah dan memberi fatwa. Pertanyaan inilah yang seharusnya kita jawab. Perjuangan adalah ujung dari sebuah proses. Bagaimana Nabi memulai proses itu?   

Jika seorang ulama atau orang saleh dijadikan teladan, itu baik bagi kita. Tapi, tidak ada teladan yang lebih sempurna selain daripada Rasulullah Saw. Karena Rasulullah Saw adalah utusan Allah, yang langsung mendapat bimbingan Allah. Jika beliau melakukan tindakan yang keliru, maka Allah langsung menegurnya. Selain itu, beliau juga terus-menerus dibimbing-Nya ke jalan yang lurus, sehingga beliau banyak bertaqarub kepada Allah melalui ibadah amaliah dan setan tidak mampu membelokkan ajarannya atau menyimpangkan pemikiran dan tingkah lakunya.

Orang-orang dikenal karena kesalehannya karena mereka adalah pengikut setia Rasulullah Saw. Kesalehan mereka bersumber dari risalah yang disampaikan Rasulullah Saw. Jika tidak demikian, tentu banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai orang yang saleh. Mereka mengatakan sebagai orang yang saleh, tetapi sangat sedikit yang ia ketahui tentang diri Rasulullah Saw.  Jika tidak mengikuti (ittiba’) Rasulullah Saw, mereka pasti mengambil ajaran selain yang beliau sampaikan. Sedangkan Rasulullah Saw mengatakan bahwa keselamatan hidup di dunia dan akhirat hanya ada jika manusia mengikuti Al-Quran dan Al-Hadits. Artinya, pemikiran, akhlak, dan ibadah mereka menyimpang. Dan, kehidupan mereka pun jauh dari keselamatan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah Saw. Dengan cara itu, kita akan dapat mengambil pelajaran dan gambaran yang utuh dari akhlak, dakwah, ibadah, dan syariat yang beliau sampaikan. Buku ini mengajak pembaca untuk menelusuri jejak kehidupan Rasulullah. Buku ini memiliki kelebihan di banding buku sejenis lainnya. Di antara kelebihan itu adalah, buku ini meraih penghargaan tertinggi dari lembaga Islam terkenal di Arab Saudi, Rabithah Alam Islami. Dengan penghargaan ini, berarti telah mendapat pengakuan dari dunia internasional.

Kelebihan lainnya dari buku ini adalah dimuatnya peta-peta penyebaran Islam, peta pertempuran, dan peta Arab di zaman Rasulullah Saw. Peta-peta tersebut diambil dari kitab Sirah Khatamil Mursalin karya Abdul Jamal Abdul Hadi Muhammad Mas’ud dan buku Atlas Sejarah Islam karya Dr. Husain Mu’nas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar