Minggu, 10 Juni 2012

Israel Mencuri Manuskrip Kuno Irak

Ternyata Israel dibalik pencurian manuskrip kuno Irak. Salinan naskah kuno tersebut pada awal mulanya diselundupkan ke luar Irak saat terjadinya invasi militer Amerika ke Irak. Sebagaimana dikatakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed ben Helli, "Irak telah mengalami pencurian terbesar naskah dan harta bersejarah, katanya seperti dikutip Al Arabiya, senin (4/6). "Israel ada hubungannya dengan pencurian ini."

Mengapa Israel mencuri manuskrip kuno ini? Menurut para arkeolog, arsip Yahudi Irak mengandung hampir 3000 dokumen dan 1700 barang antik di era kaum Yahudi menjadi budak di Irak selama masa penawanan bangsa Babilonia. Koleksi ini juga terdiri atas barang-barang milik orang Yahudi yang tinggal di Irak.

Di antara item yang paling penting dalam koleksi adalah salinan tertua dari kitab Talmud dan Perjanjian Lama. Para ahli menambahkan bahwa Israel tertarik untuk mendapatkan naskah untuk membuktikan klaim mereka bahwa orang Yahudi telah membangun Menara Babel, sebagai bagian dari usahanya untuk memutarbalikkan sejarah Timur Tengah demi kepentingan mereka. (http://english.alarabiya.net/articles/2012/06/04/218618.html)

Saya sangat sedih mendengar kabar ini. Israel memang tidak henti-hentinya melakukan berbagai tindak kejahatan demi keberlangsungan hidup mereka. Ketika naskah kuno itu ada pada mereka, mereka bisa menggunakannya untuk  kepentingan mereka. Mereka mengatakan tentang keistimewaan mereka, padahal sejarah membuktikan tidak ada yang istimewa tentang mereka. Tapi karena kita tidak memiliki bukti sejarah, akhirnya kita tidak dapat membuktikannya kecuali hanya dari mulut ke mulut saja.

Apakah manuskrip kuno itu milik mereka meskipun ada kaitannya tentang agama yang mereka anut? Mereka tidak bisa seperti itu. Karena manuskrip itu sudah sejak lama berada di tangan Irak sebelum Israel itu berdiri. Sudah sangat banyak manuskrip kuno (lebih khusus tentang Islam) yang dicuri oleh Eropa dan Amerika saat mereka menjajah negara-negara Islam. Tidak heran bila kemudian ada sejarah yang hilang dalam hidup kita. Bila kita harus meneliti sejarah kita, maka terpaksa kita harus berkiblat ke Barat yang mungkin saja sejarah itu sudah di acak-acak sedemikian rupa. Untuk lebih lengkapnya, alangkah baiknya teman-teman membaca situs ini: http://majalah.hidayatullah.com/?p=1224


Dari berita di atas, sudah sangat jelas terbukti jika Israel membonceng Amerika ketika menginvasi Irak. Mungkin, yang lebih punya kepentingan itu Israel ketimbang Amerika. Buktinya, harta karun sejarah yang sangat mahal harganya itu berada ditangan mereka, bukan ditangan Amerika. Amerika hanyalah boneka yang dimainkan Israel untuk mencuri harta karun tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar