Selasa, 03 April 2012

Meneladani Rasulullah Saw. dengan Mempelajari Sirah Nabawiyah

Alhamdulillah, saya sudah selesai membaca buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri. Saya memutuskan untuk membacanya hingga tuntas dan mengambil banyak pelajaran berharga di dalamnya. Sebelum membacanya, saya bertanya di dalam hati, apa tujuan saya membaca buku itu? Apa yang ingin saya dapatkan dari membaca buku itu? Saya mesti bertanya seperti itu, agar saya termotivasi dalam membacanya.

Saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban yang saya buat sendiri. Saya berkata di dalam hati, dengan membaca buku itu, saya akan mengenal sosok Rasulullah Saw.. Selama ini, gambaran Rasulullah Saw. hanya sepintas saja di ketahui atau hanya lewat potongan-potongan kisah yang seringkali tidak runut dan tidak pas ditempatkan pada konteksnya. Mengapa setiap muslim harus mengetahui sosok Rasulullah dan lebih-lebih sejarah kehidupan di masa Rasulullah Saw.? Karena Rasulullah Saw. adalah qudwah hasanah, suri teladan bagi umat ini. Dengan mengenal beliau, berarti kita berupaya menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita ingin meraih kesuksesan, maka contohlah Rasulullah Saw.. Jika kita ingin melihat sosok pahlawan sejati, maka lihatlah Rasulullah Saw.. Jika kita ingin melihat seorang ayah yang penyayang, maka teladanilah Rasulullah Saw.. Dan seterusnya.

Itulah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya. Jawaban-jawaban itu membuat saya semakin bersemangat dalam mengenal Rasulullah Saw.. Sayang sekali saya tidak begitu banyak memiliki buku-buku tentang Rasulullah Saw.. Oleh karena itu, tidak ada salahnya saya membeli, meminjam, atau membaca buku itu di perpustakaan. Yang saya tahu, beberapa buku tentang Sirah Nabawiyah sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti buku yang saya sebutkan di atas, Fiqh Sirah karya Syaikh Muhammad al-Ghazali, Sirah Nabawiyah karya Dr. Said Ramadhan al-Buthi, Sirah Nabawiyah karya Dr. Musthafa as-Siba’i, Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, ar-Rasul karya Sa’id Hawa, Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Haikal, asy-Syamail karya Imam Tirmidzi, dan al-Wafi karya Imam Ibnu al-Jauzy.

Saya tahu, pasti buku-buku Sirah yang saya sebutkan di atas hanya sebagian kecil dari buku-buku Sirah yang sudah diterjemahkan. Walaupun saya tidak dapat membaca semua buku tersebut, setidaknya saya akan mengambil hal-hal penting yang tidak ada dalam satu buku, sehingga saya memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang sosok Rasulullah Saw.. Semoga Allah memberikan saya kekuatan dan keistiqomahan dalam melakukannya. Dengan mengenal Rasulullah Saw. dan kiprahnya, berarti saya sudah memulai jalan dengan benar.

Sesungguhnya keteladanan Rasulullah Saw. dalam berbagai hal, tidak akan pernah habis-habisnya untuk dipelajari dan ditelaah. Perjalanan hidup kita adalah suatu upaya untuk meneladani akhlak Rasulullah Saw.. Itulah inti dari perjalanan hidup seorang muslim. Kita membaca al-Quran, bukankah al-Quran diturunkan kepada Rasulullah Saw.? Kita membaca Sunnah, bukankah Sunnah adalah perkataan dan apa yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw.? Bukankah kita membaca buku-buku keislaman dengan tujuan agar apa yang kita lakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw.? Bukankah amal saleh diterima karena ikhlas dan sesuai dengan syariat Allah dan Rasul-Nya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar