Senin, 27 Februari 2012

Tangisan yang Membahagiakan


Keindahan Islam hanya bisa dirasakan bagi mereka yang mencelupkan dirinya ke dalam Islam itu sendiri. Jadi, bukan sekedar teori atau mempelajarinya dari luar apalagi sambil menghujat. Dalam keadaan seperti ini, tangisan pun bisa menjadi keindahan dan kebahagiaan, bukan sebagai keburukan dan semata-mata kesedihan.

Khalifah Ali bin Abi Thalib Kw. pernah mengatakan bahwa tangisan itu ada tiga macam: Pertama, disebabkan takut akan siksa Allah Swt.. Tangisan ini dapat melebur dosa. Adapun buahnya adalah selamat dari siksa akhirat.

Kedua, disebabkan takut murka Allah Swt.. Tangisan ini dapat membersihkan aib. Adapun buahnya adalah kenikmatan abadi dan derajat tinggi di surga.

Ketiga, disebabkan takut berpisah dengan Allah Swt.. Sedang buahnya adalah mendapat berita gembira dari Allah Swt. untuk memperoleh ridha, melihat zat Allah Swt., mendapat kunjungan malaikat dan meningkatkan keutamaan.

“Mungkin saja ada orang yang lebih baik shalat dan puasanya daripada Umar bin Abdul Aziz,” kata Fatimah istri Umar bin Abdul Aziz memberi kesaksian, “akan tetapi aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih takut dan lebih banyak menangis di hadapan Tuhannya daripada Umar bin Abdul Aziz. Di malam hari, setelah seharian mengurusi umat, ia langsung membungkukkan diri dalam persujudannya. Dia terus menangis hingga tertidur. Lalu menangis lagi ketika terbangun, dan begitu seterusnya. Ia menghabiskan sebagian besar malamnya dengan menangis di hadapan Tuhannya seperti itu.”

Di sepertiga malam yang sepi, baguslah kita menangis; mengadu kepada-Nya dan malu atas perbuatan dosa yang telah kita lakukan. Dengan tangisan itulah, orang-orang saleh merasakan kebahagiaan. Ya Allah, tuntunlah hidup kami, janganlah Engkau lepaskan kami walau hanya sekejap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar